Ada Apa,Mbah Wage Umur 70 Tahun di Desa Karangwotan Kec- Pucakwangi

Daerah
Dilihat 235

PATI,Kamis,11-mei-2023 Kasus dugaan intimidasi dan pelanggaran Ham yang di duga terjadi di desa karangwotan terus menuai dukungan dari seluruh lapisan masyarakat setelah salah satu awak media yang juga aktivis sosial yang tinggal di desa karang wotan kecamatan pucakwangi. 10 mei 2023
 
Kasus yang menimpa mbah wage 70 tahun yang mengalami depresi dan kepikunan ini menuai polemik pasal nya sejumlah warga yang tinggal di lingkungan di mana mbah wage tinggal, menolak keberadaan mbah wage yang di anggap mengganggu dan meresahkan lingkungan sekitar
 
Sehingga masyarakat yang tinggal di lingkungan sekitar rumah mbah wage sepakat,untuk memin dahkan mbah wage di tengah sawah yang tidak  ada aliran listrik, air ,dan jamban apalagi rumah mbah wage yang tak layak huni karna terbuat dari annyaman bambu dan bekas bekas kayu untuk menopang rumah mbah wage dalam keseharian.

Melihat kondisi mbah wage yang seolah olah di kucilkan lingkungan , karna di duga menggalami gangguan deprisi ini membuat salah satu tim lembaga awak media dan penggiat sosial terketuk hati untuk membantu mbah wage mendapatkam haknya sebagai warga negara
 
Sehinga tak sepantas mbah wage di perlakukan kaya gitu, diskriminasi oleh lingkungan dan pemerintah  desa setempat.sehingga rasa kemanusiannya terketuk, terpangil , namun ironi niat baik untuk membantu mbah wage berbalik 150 drajat dengan adanya  sejumlah pejabat desa yang pada tanggal 10 mei 2023 melaporkan penggiat sosial dan juga wartawan sebuah media onlein yang juga kebetulan tinggal di desa karang wotan dan tau sumbernya
 
Adalah Bambang eko supriantono atau akrab di panggil Bagus pimpinan sebuah media,yang di laporkan oleh oknum Kepala Desa dan oknum Ketua Rt di desa karang wotan terkait video yang di unggah salah satu akun media sosial viral dan mendapat tanggappan positif dari netizen yang simpati dengan melihat kondisi mbah wage tersebut
 
Sedangkan di temui di rumahnya tim lembaga awak media, mengatakan , saya prihatin melihat mbah wage yang  mengalami depresi dan kepikunan,di perlakukan seprti itu apalagi saya melihat tempat tinggal nya di pindahkan ketengah sawah dengan kondisi yang tidak layak ,apalagi di sana tidak ada fasilitas listrik, air , dan MCK, terlebih rasa kemanusiaan saya terketuk melihat kondisi yang sangat memprihatinkan yang di alami oleh mbah wage , biar bagai manapun mbah wage adalah manusia yang sepatutnya kita perlakukan sebagai mana mestinya , tak seharusnya mbah wage yang tinggal di tanah milik orang tuanya di usir dan di kucilkan di tengah sawah oelh sejumlah warga yang tidak menyukai kondisi  mbah wage
betapa saya sangat prihatin dan terketuk hati ketika Mbah Wage di bawa kerumah sakit selama 12 hari itu malah harus mendapati rumahnya di pindah tanpa sepengetahuannya hanya karna mereka takut dengan prilaku mbah wage ” ungkap bagus
 
Jono ipar Mbah Wage   mengungkapkan ” dari awal saya tidak setuju kalau kang wage di pindah itukan tanah nya sendiri kenapa harus di pindah wong dia mengalami gangguan mental seperti dia tidak minta  harusnya di obatkan dan di bawa kerumah sakit dulu , tunggu keputusan medis bagai mana kalau memang dia sakit harus di rawat saya juga tidak keberatan,lha ini dia belum pulang dari rumah sakit , saya di datangi RT terus menerus dan istri saya juga di datangi di rumah,dengan nada kasar  sehingga saya kawatir  dan berinisiatif datang ketempat Kepala Desa, disana malah saya cuma di kasih  dua pilihan pindah atau dirumah singgah selamanya sampai mati , kalau kangen silahkan tengok aja kesana , karna saya  ketakutan dan terpaksa saya harus menyetujui peritah RT untuk memindahkan kakak saya dengan berat hati
Kemudian Rt dan sejumlah warga mulai membongkar rumah saya tanpa adanya penggawalan petugas dan perwakilan dari desa
RT juga selesai membongkar rumah kang wage cuma di antar di sawah dan di biarkan begitu saja tanpa di bantu mendirikan rumah , kalau Kepala Desa bilang gak tau bohong karna lurah sempat mengantar batu dan pasir setelah itu di gletakin begitu saja tanpa di bantu apa apa ya hanya pasir dan batu semobil kecil
ungkap jono adik ipar mbah wage
 
Sementara Kepala Desa dan RT ketika di konfirmasi,klarifikasi menolak memberikan stedmen ,keterangan dan seolah olah mengelak ,yang lebih arogan lagi salah satu warga mencoba menghalangi tim lembaga awak media saat klarifikasi dengan Kepala Desa karang wotan , dengan menarik lenggan dan mengatakan jangan di hiraukan pulang saja, dengan bahasa jawa,konfirmasi sendiri dilakukan sejumlah tim lembaga awak media di depan kantor unit Reskrim Polresta Pati saat Kepala Desa dan Ketua Rt melaporkan soudara bagus dengan dugaan mencemarkan nama baik.
 
Sementara oknum yang di duga menghalangi tugas media di ketahui bernama (SKD) seolah menantang tim lembaga awak media ,yang mencoba mengklarifikasi Kepala Desa Karangwotan dan juga Ketua Rt di lingkungan tinggal mbah wage dengan mengacungkan wajah dan berteriak sialahkan ini wajah ku saya bikin yang besar ya imbuhnya (wwhyu )

You might also like