Dibalik Penyakit Kulit Perut Membusuk Dan Mengelupas, Bocah Ini Perlu Penanganan Serta Bantuan.

Daerah
Dilihat 130

Kompanwews

Muara Enim – Sungguh tragis dan miris yang dialami bocah 9 tahun asal desa Midar kecamatan Gelumbang kabupaten muara enim, sebut saja boy, menahan sakit dan kesengsaraan selama 7 bulan sebelum dilakukan operasi yang ke 3 kalinya sampai sekarang, tidak cuma itu boy juga dinyatakan tidak naik kelas di sekolahnya karna sudah terlalu lama tidak bersekolah dan beraktifitas. Minggu (01/08/2023).

Awal cerita yang diungkapkan oleh orang tua boy bahwa boy mengalami sakit usus dari bulan 11 tahun 2022 yang lalu, sehingga orang tua berinisiatif membawa anaknya ke salah satu rumah sakit di Prabumulih sekitar awal bulan 12 tahun 2023.

Selanjutnya dilakukan penjadwalan operasi di rumah sakit pertamina prabumulih tersebut, sungguh senang perasaan orang tua boy mendengar kabar tersebut dan berharap kesembuhan kepada sang buah hati tercinta. Namun ternyata yang diharapkan belum didapat setelah selesai operasi yang pertama, selang 5 hari dari operasi perut boy yang pertama kembali dibedah untuk yang ke2 kalinya dengan alasan yang kurang dipahami orang tua korban.

Setelah operasi yang kedua selesai
sebut saja boy, bukannya membaik tetapi bertambah sakit dan terjadi pembusukan diperut boy. Dan lama kelamaan timbulnya 2 lubang diperut sampai sampai kotoran keluar dari lubang yang ada diperut boy.” Tutur ayah boy dengan menahan rasa sedih.

Kejadian ini terjadi tidak serta merta berakhir disitu, selama itu juga boy menahan rasa sakit dan bau busuk setiap kali dia makan, maka orang tuanya membersihkan kotoran yang keluar dari lubang bekas operasi diperut boy sampai kulit perut membusuk dan mengelupas,” ucap orang tua boy.

Dan selanjutnya tidak tahan lagi dengan keseharian seperti itu orang tua korban meminta rujukan ke rumah sakit umum di kota Palembang dan pada awal bulan 5 tahun 2023 boy masuk ke rumah sakit umum di kota palembang, namun jadwal operasi masih harus menunggu dan boy dinyatakan covid 19 hingga korban dianjurkan untuk isolasi di rumah saja, “Nanti kalo sudah ado jadwal operasinya bapak ditelpon oleh rumah sakit, “ucap orang tua boy menirukan pihak rumah sakit.

Dengan berat hati boy dan keluarga yang memakai biaya berobat dengan KIS( Kartu Indonesia Sehat) ini akhirnya kembali pulang dan dirawat orang tua di rumah nya sendiri, hampir 2 bulan menunggu telepon/ kabar dari rumah sakit namun masih belum ada kabar pemberitahuan.

Sampai akhirnya atas inisiatif keluarga, boy akhirnya dibawa kembali ke rumah sakit umum Palembang. Namun sesampainya di rumah sakit Palembang lagi-lagi boy dianjurkan untuk pulang dengan alasan belum ada penjadwalan operasi dan juga kamar rumah sakit penuh, namun keluarga dengan keadaan boy yang sudah memprihatinkan hanya bertahan menunggu di rumah sakit saja sampai akhirnya dilakukan operasi yang ke 3 kalinya. (KASIM)

You might also like