Pupuk Subsidi di Pangandaran Melebihi HET, Ketua Dan Pengurus Fast Respon Jabar Angkat Bicara.

Daerah
Dilihat 234

Kompasnews.co.id

Pangandaran – Setelah di beritakan oleh Media Online beberapa hari yang lalu, kini Ketua Fast Respon dan pengurus angkat bicara tentang kenaikan pupuk subsidi yang melebihi dari HET .

Ketika di beritakan media Online dengan mengkompirmasi Kapolres AKBP Hidayat, SH, SIK serta mengatakan bila terbukti pernyataan Ketua Asosiasi Kios Pupuk Bersubsidi, jita akan tangkap.

Berawal dari permasalahan pupuk bersubsidi di Kabupaten Pangandaran hampir setiap tahunnya banyak dikeluhkan para petani dan tidak luput dari sorotan publik. Permasalahan yang dikeluhkan para petani adanya kelangkaan pupuk bersubsidi dan harga yg meroket melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Bukanlah jadi rahasia umum, pasalnya Kios Pengecer Pupuk Bersubsidi Se-Kabupaten Pangandaran yang terbentuk Asosiasi Kios Pengecer Pupuk Bersubsidi menjual harga pupuk bersubsidi yang seharusnya Rp 112.500 per karung/50 kg jenis pupuk Urea dijual dengan harga Rp 125.000 per karung/50 kg, bahkan ada juga sampai Rp 130.000 per karung/50kg bahkan lebih.
Dari hasil konfirmasi media Online ke beberapa kios pupuk bersubsidi di Kabupaten Pangandaran, dari hasil kesepakatan semua kios pupuk bersubsidi.

Salah satunya AG sebagai kios Pengecer Pupuk bersubsidi yang beralamat dusun Banjarsari Desa Cimerak Kecamatan Cimerak.

Mengatakan, mengenai Kenaikan tersebut berdalih untuk biaya panggul dan biaya kegiatan yang lain–lain, termasuk untuk biaya bantuan ke Polres Pangandaran.

Ketua Fast Respon Jabar D Hardening di dampingi Wakil Askel dan Sekjen Jayalaksana menyayangkan sekali seorang Ketua Asosiasi Pengecer Pupuk Bersubsidi Pangandaran sudah memiliki Statement, beralasan membantu dalam pembangunan Masjid karena Polres belum memiliki Masjid,” katanya.
Masih lanjut Ketua Fast Respon sungguh terlalu ini tidak bisa di diamkan harga pupuk sudah naik apalagi sudah mencatut nama Kapolres dan beralasan akan membangun Masjid.

Hal senada yang di sampaikan oleh Sekjen Fast Respon Jabar Jayalaksana, Ketua Asosiasi Pupuk Subsidi yang sudah mencatut nama Kapolres dengan dalih akan membangun Masjid, dengan hasil yang diduga dari pupuk subsidi ini kelewatan sungguh terlalu. kami meminta kepada APH untuk tangkap ketua yang telah mencatut nama beliau apalagi pupuk sudah naik melebihi HET pinta Sekjen.” Berita ini Besambung. (KASIM)

You might also like