Pasaman Barat kompasnews.co.id Sarasehan Hutan Adat Tinggam dan Silawai Bertempat di Masjid Baiturahman Jorong Harapan Tinggam Kenagarian Sinuruik Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat,
Acara tersebut diselenggarakan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.
Acara yang dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat, Bupati Pasaman Barat, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Pasaman Barat, Kalangan Akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Pengelola Hutan Adat/Perhutanan Sosial, Jurnalis dan masyarakat Jorong Harapan Tinggam. Ini merupakan rangkaian dari proses pengusulan Hutan Adat Tinggam dan Hutan Adat Silawai yang telah bergulir sejak tahun 2023 lalu.

Gubernur Sumatera Barat dalam sambutan dan arahanya menyampaikan apresiasi kepada Bupati Pasaman Barat dan jajarannya yang telah mendukung lahirnya Surat Keputusan Bupati Pasaman Barat tentang Pengakuan Masyarakat Hukum Adat ini. Pengusulan Hutan Adat telah disampaikan kepada Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk kemudian dilakukan verifikasi teknis dan mudah – mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Masyarakat Hukum Adat Tinggam dan Silawai mendapatkan Hak Pengelolaan Hutan Adat yang diakui oleh Negara dan tentu berhak mendapatkan dukungan program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat serta pengelolaan hutan secara lestari dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat hukum adat.
“yozarwardi menyampaikan bahwa agenda ini merupakan salah satu upaya pengakuan Negara terhadap kawasan hutan adat yang telah dikelola secara turun temurun oleh masyarakat hukum adat setempat.
Hutan Adat Tinggam seluas 348 Ha dan Hutan Adat Silawai seluas 92 Ha merupakan Areal Penggunaan Lain (APL) yang telah dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat untuk sumber air baik keperluan Konsumsi, MCK, persawahan dan kebutuhan lainnya.
Hal menarik dalam sarasehan ini mengemuka dalam Hutan Adat Mangkuto Alam Tinggam, selain fungsinya menjaga tataguna air, juga menjadi lumbung keanekaragaman hayati.













