Kompasnews.co.id
Kab-Bekasi – Pabrik yang dikelola oleh PT Zhongchen New Energy Tehnologi Indonesia diminta berhenti beroperasi karena menimbulkan dampak polusi asap tebal. Permintaan itu di sampaikan oleh Jabrik Warga Desa Wangunharja Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi, yang merasa terganggu akibat aktivitas industri pabrik pengelolaan sampah. Kepada awak media,
Rabu (30/10/24).
” Menurut Jabrik polusi asap dari pengoperasian pabrik di tengah permukiman itu, sangat mengganggu aktivitas sehari-hari warga.
Pabrik ini berdiri kurang lebih satu tahun yang lalu, hanya berjarak sekitar 200 meter dari pemukiman rumah penduduk.
Lanjutnya, suara gemuruh terdengar sepanjang waktu, asap tebal membumbung tinggi menyelimuti kawasan pemukiman warga masyarakat. Disertai dengan debu bahkan diperparah dengan bau busuk yang menyengat berasal dari limbah Pabrik Pengelolaan Sampah tersebut.” Katanya.
“Kondisi itu juga dibuktikan warga melalui video yang dikirim warga dari wilayah pemukiman, menunjukkan jarak pabrik sangat dekat. Kepulan asap hitam pabrik pun terlihat mengepul di udara, akibat asap dari area pabrik.
” Selanjutnya Jabrik meminta kepada Kepala Desa Wangunharja dan Dinas Lingkungan Hidup, untuk segara mengambil tindakan tegas. Kepada PT Zhong Chen New Energy Teknologi Indonesia, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan sampah dan limbah Industri ini. ” Agar jangan sampai warga masyarakat berjatuhan sakit, akibat dampak asap Pengelolaan Limbah Sampah yang sudah meresahkan warga masyarakat Kampung Bangkong Reang saat ini.” Ujarnya Jabrik.
(KASIM)













