Emak-emak Di Telukaru l Keluhkan Kenaikan Harga Beras

Daerah
Dilihat 316


Kompasnews.co.Id I Telukaru
Ibu rumah tangga (IRT) di Telukaru mengeluhkan kenaikan harga beras di pasar tradisional di Telukaru.

“Sekarang semuanya mahal, bukan hanya beras bahkan sembilan bahan pokok harga merangkak naik. Kami yang ekonomi pas-pasan semakin susah dan sengsara,” keluh Virda Br Panggabean (42), warga Kecamatan Sei Lepan, Sabtu (12/7/2025).

Ia berharap pemerintah di pegang kekuasaan presiden Prabowo Subianto agar menstabilkan harga kebutuhan yakni beras bahkan kebutuhan sembilan (9) bahan pokok ini.

Harga beras premium kini mencapai Rp225.000 per goni (15 kg), naik dari 215.000-Rp220. Beras medium juga naik, menjadi Rp225.000 per goni (15kg) dari Rp220.000-Rp 225.000/goni kemasan (15kg).

Bahkan lebih baik lagi, harga beras merk Lemon mencapai Rp225.000/goni dalam kemasan (15kg).

“Bukan hanya beras kualitas Premium yang mengalami kenaikan harga, beras kualitas medium juga mengalami kenaikan harga,” kata Hasan, pedagang di Pasar Tradisional Pangkalan Brandan merk Bintang dan ayam jago terkhususnya di Telukaru mencapai 215.000 kemasan 15kg.

Diperkirakan sebanyak 26 merek beras premium diduga kuat menjual beras kualitas biasa yang dikemas ulang dan dipasarkan seolah-olah sebagai beras premium.

Praktik curang ini pertama kali diungkap oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan langsung ditindaklanjuti oleh Satgas Pangan Polri.

Ketua Satgas Pangan
Polri Brigadir Jenderal Helfi Assegaf membenarkan pihaknya telah memeriksa sejumlah produsen besar beras premium yang disebut dalam laporan menteri Pertanian.

Pemeriksaan ini, menurutnya, merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam membongkar praktik mafia pangan yang selama ini merugikan masyarakat dan petani. (jok)

You might also like