Waww.!! UPKK Dan Ketua Gapoktan Rantau Jaya Ilir Saling Tuding Terkait “Penyunat” Dana Oplah Kementan.

Daerah
Dilihat 1,070

Lampung Tengah – Kompasnews.co.id
Oplah atau Optimalisasi Lahan adalah Program yang didanai oleh Kementerian Pertanian (Kementan)

Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan berbagai upaya seperti perbaikan irigasi, penggunaan pupuk yang tepat, dan pengembangan varietas tanaman unggul, demikian menurut sumber resmi Kementerian

Pertanian. Dana Oplah dialokasikan untuk mendukung kegiatan seperti survei, desain, dan konstruksi, serta pengadaan alat dan mesin pertanian (Alsintan)

Namun program yang seharusnya di laksanakan dengan baik transparan dan akuntabel, banyak yang menjadi arena dugaan sunat menyunat atau pungutan liar (pungli) bagi sebagian pihak yang dianggap sebagai penerima kucuran langsung dari Kementan.

Seperti halnya yang terjadi di Gapoktan Dirgantara dari desa Rantau jaya Ilir Kecamatan Putra Rumbia Kabupaten Lampung Tengah, terjadi pemotongan dana sebesar Rp 200 ribu perbidang lahan dari 335 bidang lahan yang mendapatkan bantuan tersebut.

Mulyani salah satu Ketua kelompok tani Bina Tani yang sekaligus menjabat sebagai Kepala dusun mengatakan, bahwa dia mewakili anggotanya saat dana Oplah turun, dirinya mengaku hanya menerima uang Rp 700 ribu dari yang seharusnya Rp 900 perbidang.

“Saya menerima uang sebesar Rp 15 juta 50 ribu dari total bidang lahan seluas 21,5 hektar”, dan saat pengambilan uang itu saya menandatangani kwitansi yang telah di persiapkan oleh Pengurus Gapoktan dan UPKK senilai Rp.19 juta 350 ribu, pada tahun 2024.
.
Sama halnya dengan tahun 2024 pada tahun 2025 dirinya juga menerima jumlah yang sama, atau telah terjadi penyunatan selama dua kali dalam dua tahun.

Di temui di rumahnya Pan Santoso Ketua Gapoktan Dirgantara sebagai penerima dana Oplah, memperlihatkan berbagai kwitansi pengambilan oleh seluruh Ketua Kelompok Tani, “Ini bukti pengambilan mereka pak tidak ada potongan mereka mengambil Rp 900 ribu untuk perbidang lahan”, kalau ada pemotongan itu bukan dari kami, coba tanyakan kepada Ketiua Kelompok dan UPKK Kasianto yang juga adalah seorang guru PPPK.

Merasa ada yang tidak beres karena ada lempar pernyataan, kompasnews menyambangi kediaman Kasiyanto UPKK, pada akhirnya dirinya mengakui adanya pemotongan sebesar Rp.200 per bidang lahan yang mendapatkan bantuan.

Akhirnya Kasianto yang merasa dipojok kan oleh Ketua Gapoktan dan Mulyani dirinya menyuruh istrinya untuk menjemput Pan Santoso dirumahnya, namun yang bersangkutan dikatakan oleh istrinya sedang ke sawah, padahal saat itu pukul 20.00 wib.

Karena adanya saling tuding Kasiyanto meminta waktu kepada Kompasnews untuk mengumpulkan Ketua Gapoktan dan UPTD yang selalu disebutkan nya, agar dalam pemberitaan sesuai dengan fakta yang ada.

Sebelum nya Kompasnews dan rekan media lain mendatangi rumah Slamet salah satu ketua Kelompok tani pada pukul 19.20 wib Kelompok Tani namun menurut keluarganya tidak ada ditempat karena sedang ke sawah, kpedatangan Kompasnews atas informasi dari seorang anggota kelompok tani yang diketuai slamet bernama Sarino yang mengaku hanya menerima dana Bantuan Oplah sebesar Rp 650 ribu.

Dari banyaknya kejanggalan dan tidak aktifnya ponsel semua narasumber yang tertulis, LSM/NGO LANTAI Provinsi Lampung akan melayangkan surat pengaduan terkait persoalan dimaksut, menurut Murtadho, SH sebagai Ketua Umum dirinya sudah mengantongi Surat Pernyataan dari Ketua Kelompok Tani maupun Masyarakat Penerima manfaat,, pungkasnya (AHMAD)

You might also like