BENGKULU SELATAN Kompasnews.co.id
Pemerintah Republik Indonesia menetapkan alokasi pupuk bersubsidi 2026 sebesar 9,55 juta ton untuk sektor pertanian dan 295,676 untuk perikanan dengan total 9,8 juta ton, mulai disalurkan kepada petani 1 Januari 1026.Harga eceran tertinggi (HET) tetap, urea Rp. 1800/kg (Rp 90.000/karung) dan NPK Rp. 1.840/kg (Rp. 92.000/karung). Petani wajib terdaftar di e-RDKK 2026 dan menggunakan KTP/Kartu Tani.
Adapun penebusan pada kios penyaluran pupuk subsidi di masing-masing daerah dapat menebus pupuk mulai 1 Januari 2026. Syarat penerima harus tergabung dalam kelompok tani (Poktan) masing-masing mempunyai luas lahan lebih kurang 2 hektar. Itu juga diharuskan menanam komoditas prioritas padi, jagung, kedelai, cabai, bawang, tebu, kopi dan kakao.
Adapun toko mulak tani di desa tanjung Aur 2 kabupaten Bengkulu Selatan telah menyalurkan pupuk urea tahun 2026 sebanyak 10 ton namun pupuk jenis NPK PONSKA sampai dengan berita ini diterbitkan belum mendapatkan kiriman. Petani yang e-RDKK yang terdapat di toko ini mengeluhkan lambatnya pupuk jenis NPK PONSKA yang belum datang Sampai dengan saat ini.
“Kami sangat membutuhkan jenis pupuk jenis ini karena padi dan jagung yang kami tanam sangat membutuhkannya. Kami berharap pemerintah secepatnya menyalurkan agar tanaman kami bisa tumbuh dengan baik,” ujar Ahamad seorang petani yang sedang menebus pupuk urea di toko tersebut.
Sementara pemilik kios saat ditemui ditoko miliknya mengatakan kami sudah menyampaikan melalui dinas pertanian untuk sesegera mungkin mendatangkan pupuk jenis NPK PONSKA dan kami menunggu sesuai dengan Kouta yang sudah ada.
“Diharapakan pupuk jenis NPK PONSKA secepatnya datang agar para petani enggak gelisa dan tenang dalam berusaha,” Ujarnya.
Kebutuhan akan pupuk memang sangat dibutukan para petani, tanpa pupuk hasil yang diharapakan tidak bisa tercapai. Pemerintah kiranya bisa menambah Kouta lagi khususnya di desa tanjung Aur 2 kabupaten Bengkulu Selatan mengingat kebutuhan terus meningkat seiring dengan kebijakan pemerintah untuk mendukung swasembada pangan program presiden Prabowo Subianto.
(Tanto JKD)













