Kompasnews.co.id- Sumatera Utara, Batu Bara- Pekerjaan Rehab Tanggul Sungai Dalu Dalu di Kecamatan Air Putih Batu Bara yang baru saja selesai, tanggul sungai yang baru saja selesai diperbaiki nyaris jebol, diduga kuat pekerjaan perbaikan tanggul tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB), yang di papan plank proyek dengan Anggaran ratusan juta, diduga tak sesuai anggaran dengan hasil pengerjaan. Minggu, 07/01/2024.
Pasalnya, akibat material timbunan tanggul yang dominan menggunakan pasir, mengakibatkan tanggul sungai hanya dalam hitungan jam, pada saat banjir meluap sudah mengalami abrasi yang cukup parah, sehingga 8 desa di Batu Bara terancam banjir dan lahan pertanian terancam kekeringan.

Sementara, perbaikan tanggul sungai Dalu-dalu di kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara terkesan asal jadi, Pasalnya tanggul tersebut baru saja selesai direhabilitasi pada Oktober 2023 lalu oleh pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dengan anggaran senilai 700 juta, namun saat ini kondisinya sangat memprihatinkan dan nyaris jebol, juga berdampak menimbulkan potensi banjir besar di 4 desa yang dialiri oleh sungai Dalu-Dalu tersebut.
Desa yang terdampak diantaranya, Desa Aras, Desa Suka Raja, Desa Tanah Merah dan Desa Tanjung Muda, dan 4 Desa lainnya juga terancam kekeringan jika tanggul tersebut jebol,
Kuat dugaan warga, pekerjaan perbaikan tanggul yang dilaksanakan oleh rekanan pemenang tender atas nama CV bangun Pemuda Group terkesan asal jadi, pasalnya timbunan tanggul tersebut 90% diduga hanya menggunakan material pasir, dan tidak menggunakan tanah urug, demi meraup keuntungan yang besar.
Adapun tanah urug yang digunakan hanya sedikit pada bagian atas, dan terkesan untuk menutupi material pasir agar tidak kelihatan, akibatnya, timbunan pasir tersebut dalam hitungan jam pada saat air sungai meluap hanyut terbawa arus sungai, sebelumnya, dengan kondisi tanggul sungai pasca rehabilitasi memiliki lebar 2 meter, namun saat ini lebar tanggul hanya tersisa 30 centi meter.
Salah satu masyarakat,Tampubolon mengaku sangat kecewa dengan hasil pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV Bangun Pemuda Group karena terkesan asal jadi dan tidak memikirkan kehidupan dan keselamatan ribuan masyarakat dari ancaman banjir dan kekeringan.
Menanggapi kondisi tanggul yang nyaris jebol ini,Pemkab Batu Bara menurunkan ekcavator mini dibantu masyarakat sekitar untuk menahan arus air dengan menggunakan karung yang berisi pasir.
Selanjutnya warga berharap agar Pemerintah Provinsi segera memperbaiki ulang tanggul tersebut dan meminta Kepolisian Resort Batu Bara dan Polda Sumatera Utara agar segera memeriksa rekanan atas nama CV Bangun Pemda Group yang diduga menggunakan material yang tidak sesuai dengan rencana anggaran belanja. (Al 70)













