Kompasnews.co.id I P.BRANDAN
Sudah lebih sepekan kasus pembakaran kediaman wartawan Kompasnews.co.id Joko Purnomo dengan cara pelemparan bom molotov diduga untuk menghabisi nyawa korban dan keluarganya, di Gang Mushollah Kelurahaan Alurdua Baru Kecamatan Sei Lepan,Kabupaten Langkat,Jum’at (11/4/2025) dinihari.
Sampai saat ini, sudah berjalan dua bulan atau 60 hari kasus ini belum juga terungkap dan penangkapan terhadap para pelaku terbilang lambat menanganinya te. rkesan para pelaku mendapat perlindungan sehingga kasus ini jalan ditempat dan bungkam.aq011
Kapolsek Pangkalan Brandan, AKP AMRIZAL Hasibuan SH.MH dalam keterangannya mengatakan, pihaknya terus menindaklanjuti kasus ini.

Lambatnya pengungkapan kasus ini berdamapak, tidak ada bukti-bukti lain seperti CCTV sebagai pedoman kita untuk pengusutan kasus ini dan minimnya keterangan para saksi dalam kejadian ini.
“Kita tetap berkomitmen untuk mengusut dan menindaklanjuti kasus tersebut. Intinya kita masih mengumpulkan bukti-bukti lain baik dari keterangan saksi korban dan keterangan bukti-bukti lainnya,” ujar mantan KasatNarkoba Dairi kepada Kompasnews.co.id.
Sementara, kasus ini sudah berjalan 60 hari atau berjalan dua bulan aparat penegak hukum Poldasu Polres Langkat Polsek Pangkalan Brandan belum ada titik terangnya mengungkap pelemparan Bom Molotov dilakukan orang tak dikenal dan kini kasusnya terkesan disinyalir para pelaku mendapat perlindungan dari pihak kepolisian sehingga kasus ini bungkam jalan ditempat dan tidak terkuak alias mandek.
“Belum ada membuktikan bukti pengungkapan Kasus dan Penangkapan para pelaku berencana habisi nyawa korban dan keluarga wartawan Joko Purnomo, jum’at (11/4/2025) dinihari,” kata Safril SH.
Kita berharap Polda Sumatra Utara (Sumut) melalui Polres Langkat Polsek Pangkalan Brandan sendiri masih dalam proses mencari keberadaan para pelaku percobaan pembunuhan terhadap korban dan keluarga wartawan Kompasnews.co.id.
Pasalnya, dalam kasus ini polisi masih mengusut insiden tersebut dan meminta keterangan para saksi-saksi sebagai petunjuk jalan dalam pengusutan kasus tersebut .
Kini, disinyalir para pelaku kabur melarikan diri dan bersembunyi tempat persembunyianya di Kabupaten Langkat.
“Disinyalir dalam aksinya pelaku sebagai Eksekutor berjumlah lebih dari satu orang disinyalir keduanya warga Sei Billah, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat. Sementara Aktor Intlekatualnya yang merupakan orang suruhan bandar sabu berinisial (I) warga Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan,” tegas mantan anggota DPRD Langkat Safril SH ketika meminta keterangan dari korban Joko Purnomo di P.Brandan.
Sementara, diduga untuk Aktorintelektualnya berinisial (I) yang merasa terusik dalam bisnisnya peredaran narkoba (sabu-red) diwilayah hukum Polres Langkat Polsek Pangkalan Brandan terganggu dan kini pihak kepolisian masih galih pendalaman informasi dan keterangan saksi-saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Dalam aksinya para pelaku menaiki atau menumpangi mobil minibus berwarna hitam merk Honda diduga atas kepemilikan salah seorang bandar atau gembong narkoba jenis sabu-sabu.
Hal ini berdasarkan sejumlah bukti dari keterangan para saksi untuk dimintai keterangan terdapat sebuah mobil pribadi minibus berwarna hitam digunakan untuk dalam aksinya perencanaan untuk habisi nyawa korban dan keluargnya ditempat kejadian perkara (TKP).
Semua sebagai juru kunci dalam pengungkapan kasus yang menimpa salah seorang wartawan Kompasnews.co.id,Joko Purnomo Kabiro Binjai/Langkat.
Menurut keterangan PH Safril SH kalau emang aparat penegak hukum khususnya Polisi serius menangkap dan mengungkapnya bagi nya sangat muda, polisi lebih pintar dan menguasainya dalam bidang tersebut itu sudah tugasnya polisi dalam mengungkap kejahatan kriminalitas dan pelanggaran norma-norma hukum.
“Seperti membalikan telapak tangan pengungkapan kasus kriminalitas yang menimpa wartawan Kompasnews.co.id Joko Purnomo Kabiro Binjai/Langkat ini.
Kita mendesak kepolisian menangkap pelaku dan menuntaskan kasus pelemparan bom molotov kediaman rumah wartawan Kompasnews.co.id berada di GG Musholla Kelurahaan Alurdua Baru Barat, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Jumat (11/4/2025) sekitar pukul 01.45 WIB dinihari lalu.
“Kasus ini sudah berlangsung hampir berjalan dua bulan atau 60 hari namun belum juga ada titik terang dari pihak kepolisian Polres Langkat dan Mapolsek Pangkalan Brandan, tidaklah sulit jika Polda Sumatra Utara bersama Polres Langkat dan Mapolsek Pangkalan Brandan mengusut dan mengungkap melakukan penangkapan terhadap para Pelaku sebagai (Eksekutor dan Aktornya). Hanya perlu keseriusan dan kemauan tekadnya saja membentuk tim gabungan untuk mengusutnya dalam permasalahan yang kini dialami korban Joko Purnomo selaku wartawan Kompas News.co.id Kabiro Binjai-Langkat,” kata Safril SH kepada Kompas News.co.id. (joko)













