Pontianak,Kalbar — Ketua DPD Kompor Indonesia Kalimantan Barat, Herry Lazuardi, mendesak pemerintah untuk mendengarkan aspirasi warga terkait pembangunan PT Tandotama di Gang Famili, Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara. Menurutnya, pembangunan tersebut harus mempertimbangkan kebutuhan dan kesejahteraan warga sekitar.
Herry Lazuardi menyatakan bahwa pembangunan PT Tandotama dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar, seperti pencemaran udara dan air. Oleh karena itu, pemerintah harus memastikan bahwa pembangunan tersebut tidak membahayakan warga sekitar.Hal tersebut disampaikan nya saat berkunjung ke rumah RT.O4, Bapak Hatef , pada Selasa 14 Oktober 2025, sekiranya jam 10 pagi.
“Setiap pembangunan di tengah-tengah masyarakat haruslah mendapatkan persetujuan masyarakat setempat, bukan hanya pihak yang punya kepentingan,” kata Herry Lazuardi. Ia menambahkan bahwa pembangunan PT Tandotama sangat dipaksakan dan tidak memperhatikan aspirasi warga.
DPD Kompor Indonesia Kalbar mendukung penolakan warga terhadap pembangunan PT Tandotama. Mereka meminta pemerintah untuk lebih bijak dalam menangani masalah ini dan memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan bermanfaat bagi semua pihak.
Herry Lazuardi juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses pembangunan. Pemerintah harus memastikan bahwa pembangunan PT Tandotama tidak membahayakan lingkungan sekitar dan warga sekitar.
DPD Kompor Indonesia Kalbar akan terus memantau perkembangan pembangunan PT Tandotama dan memastikan bahwa aspirasi warga didengarkan oleh pemerintah. Mereka juga meminta warga untuk terus mengawal dan memantau pembangunan tersebut.
Dengan demikian, diharapkan pemerintah dapat lebih bijak dalam menangani masalah ini dan memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan bermanfaat bagi semua pihak.













