Halsel (13/06/2025), Kasus tindak pidana pemukulan terhadap warga desa tetangga, yang sering dilakukan oleh oknum (pelaku) warga desa Laluin Kecamatan Kayoa Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara, mendapat kecaman keras dari tiga desa tetangga, yakni desa Orimakurunga, desa Pasir Putih dan desa Sagawele.
Sesuai data yang dihimpun oleh media ini, sejumlah warga desa Orimakurunga menyampaikan, sering terjadi kasus tindak pidana pemukulan terhadap warga Orimakurunga yang dilakukan sejumlah oknum warga desa Laluin dan beberapa hari kemarin terjadi pemukulan (pengroyokan) terhadap salah satu warga desa Sagawele, yang diduga kuat pelakunya adalah sejumlah warga desa Laluin.
Hal senada juga telah disampaikan oleh sejumlah warga desa Sagawele, bahwa terjadi pengroyokan terhadapa salah satu warga Sagawele pada beberapa hari kemarin hingga mengalami luka serius.
Pengroyokan tersebut terjadi di jalan antara desa Orimakurunga dengan desa Laluin, yang dilakukan oleh sejumlah orang dengan memakai penutup wajah (ninja), sehingga korban tidak mengenal wajah mereka.
Pihak korban telah menyampaikan laporan kepada pihak polsek Kayoa dengan nomor laporan polisi, STPL/07/VI/2025/Sek Kayoa, namun hingga saat ini belum ada titik terang proses hukum, karna pihak korban belum juga dilakukan BAP oleh kepolisian setempat, kata warga.
Atas nama warga desa Sagawele dan desa Orimakurunga mendesak kepada Kapolsek Kayoa, agar secepatnya menemukan para pelaku dan dilakukan proses hukum serta menindak tegas para pelaku pengroyokan tersebut sesuai hukum yang berlaku, agar tidak lagi terjadi kejadian yang serupa.
Warga kedua desa ini juga mendesak kepada pemerintah masing-masing desa, pemerintah Kecamatan dan pihak keamanan yang bertugas di wilyah Kecamatan Kayoa Selatan dan Khususnya Polsek Kayoa, agar serius memperhatikan kasus semacam ini, agar tidak terjadi lagi hal serupa yang lebih serius, yang kita tidak inginkan bersama, harap warga.
Kami menegaskan, bila kasus ini tidak dapat diselesaikan sesuai hukum yang berlaku dan kejadian serupa ini bila terjadi lagi, maka kami tidak segan-segan melakukan tindakan yang sama, ungkap salah satu warga desa Orimakurunga yang enggan disebutkan namanya.* (Ade Manaf)













