Kelarifikasi Kades Kembang Ayun Kepada Masyakarat Desa Terkait Terkait Polemik Vidio Asusila

Daerah
Dilihat 485

BENGKULU SELATAN
Kompasnews.co.id

Badan Permusyawaratan Desa Kembang Ayun Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan mengundang masyakarat untuk musyawarah menanggapi isu yang berkembang dan tersebar luas di media sosial tentang Poto asusila diduga seorang kades.

Acara di laksanakan pada hari Senin (06/10/2025) mulai pukul 80.30 wib. bertempat di Balai desa yang dihadiri Kepala Desa bersama perangkat, Ketua BPD bersama anggota, camat Manna di wakili staf, Babinsa, babinkamtibmas, tokoh masyakarat, tokoh pemuda dan warga desa.

Ketua BPD Rustam Efendi dalam sambutanya mengatakan bahwa BPD bersama masyakarat merasa berkepentingan untuk mendengarkan penjelasan Langsung dari yang bersangkutan terkait isu yang berkembang sampai menimbulkan kegaduhan di tengah masyakarat.

“Kami mengundang masyakarat untuk secara bersama-sama mendengarkan penjelasan lansung dari yang bersangkutan terkait isu yang berkembang di tengah masyakarat,” Ujar Rustam ketua BPD Desa Kembang Ayun.

Pada kesempatan itu Kades yang di tuduhkan melakukan perbuatan tidak pantas di beri kesempatan untuk menjelaskan duduk persoalan yang membuat kegaduhan dan keresahan di tengah masyakarat. Kades mengatakan bahwa benar adanya vidio call tersebut Namun tidak melakukan adegan tidak pantas seperti vidio yang beredar di tengah masyakarat.

“Berawal dari pemberitaan salah satu media online yang menyebutkan inisial MN melakukan vidio call Seks dengan seorang wanita yang tidak di kenal. Jadi begini ceritanya, ada telepon vidio call dengan nomor yang tidak saya kenal, kemudian saya angkat telepon tersebut terlihatlah Seorang wanita yang telanjang bulat, saya coba melihat untuk mengenali namun beberapa menit kemudian lansung saya matikan. Setelah satu Minggu berlalu si perempuan itu telepon lagi ke saya melalui sambungan telepon WhatsApp biasa tanpa vidio call dan meminta sejumlah uang dengan ancaman jika tidak dikasih maka vidio akan diviralkan, ini sangat terasa dan jelas Jebakannya, kemudian setelah saya tidak memenuhi permintaan perempuan itu keluarlah berita di salah satu media online, yang berita pertama dengan inisial MN kemudian setelah ada berita kelarifikasi terkait terkait berita tersebut disusul lagi berita berikutnya dengan inisial KA, topik berita sama namun inisial berbeda,” Kata kades saat kelarifikasi di depan BPD dan masyarakat.

Musyawarah yang berlangsung di balai desa berjalan secara tertib, aman dan lancar. Masyarakat yang hadir sangat bersemangat mengajukan beberapa pertanyaan dan masukan untuk penyelesaian Masalah kegaduhan ini. Ada yang minta agar korban melaporkan kepada aparat penegak hukum, ada pula yang menyarankan untuk menghadirkan vidio rekaman dan saksi untuk membuktikan tuduhan ini dan masih banyak lagi.

Pada akhir acara musyawarah didapatkan kesimpulan yang meminta kades sebagai korban untuk melaporkan kejadian ini kepada APH, agar dapat ditemukan siapa penyebar vidio, apa motivasi dan tujuannya sehingga menjadi terang benderang. Dan jika ini jebakan para pelaku yang terlibat dapat di hukum seberat-beratnya.
Dan proses selanjutnya masyarakat meminta agar kepala desa untuk mengundang dan menginformasikan kepada warga terkait progres laporan kepada APH agar tidak menimbulkan kegaduhan dan keresahan di tengah masyakarat.

(Tanto JKD)

You might also like