BENGKULU SELATAN
KOMPASNEWS.CO.ID
Terkait dugaan pencemaran lingkungan yang diakibatkan pembuang limbah cair rumah sakit Asyifa LSM P2NAPAS INDONESIA bersurat kepada DLHK Bengkulu Selatan.
Adanya komplain masyarakat sekitar pembuangan limbah yang menimbulkan bau busuk pada waktu-waktu tertentu,
Kamis (05/09/24).
Sebelumnya awak media kompasnews.co.id sudah mengkonfirmasi dan kalrifikasi kepada direktur RS ASSYIFA dr. Andanu atas keluhan masyarakat itu. Dijelaskan Direktur RS Andanu bahwa pengelolaan limbah cair rumah sakit sudah sesuai prosedur dan aturan berlaku yang ditetapkan pemerintah.
“Kami sudah mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah,” Kata dr. Andanu.
Namun kegelisahan masyarakat Bengkulu Selatan belum bisa di biarkan karena bukan hanya bau pada waktu-waktu tertentu kualitas mutuh air yang dialiri limbah rumah sakit masih menjadi pertanyaan banyak masyarakat apakah bisa dipastikan tidak tercemar .
Masyarakat pemerhati lingkungan berupaya mencari tau hasil uji laboratorium yang resmi sesuai sertifikasi KAN (Komite Akreditasi Nasional) menjadi rujukan resmi yang diperlukan untuk mengatakan bahwa limbah cair yang dihasilkan benar-benar tidak tercemar atau melebih ambang batas standard yang ditetapkan.
“Kami mendatangi dan bersurat kepada DLHK Kabupaten Bengkulu Selatan mempertanyakan hasil uji baku mutuh air yang di aliri limbah cair rumah sakit, untuk memastikan semua dalam keadaan aman dan tidak terkontaminasi limbah berbahaya untuk kesehatan masyarakat sekitar,” Ujar Yosep Masyarakat Peduli Lingkungan.
Dengan adanya jawaban dari DLHK nantinya akan memperjelas dan memberikan informasi yang akurat dan benar kepada masyarakat yang terdampak limbah cair tersebut. Agar apa yang menjadi dugaan masyarakat dan jawaban dari pihak Rumah Sakit dapat menjadi rujukan, Sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi kedua belapihak.
(Tanto JKD)













