Patut Diduga Proyek Siluman Tanpa Papan Nama di,SMP NEGERI 1 Dukuhseti;Kepala Sekolah Hanya Terima Kunci…Ada Apa…

Daerah
Dilihat 802

Pati Jawa Tengah Proyek rehabilitasi gedung Sekolah SMP Negeri 1 Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, diduga “Proyek Siluman”. Indikasinya terlihat dari tidak adanya papan Informasi Proyek di lokasi.

Pembangunan Rehabilitasi Ruang kelas Sekolah SMP Negeri 1 Dukuhseti, tersebut, tidak memasang papan informasi proyek yang menjelaskan tentang sumber anggaran dana, perusahaan rekanan, informasi dan seolah patut diduga kepala sekolah tutup mata dan hanya bisa bilang hanya menerima kunci tentang adanya pembangunan proyek rehab di SMP 01 DUKUHSETI ucapnya

Temuan itu berdasarkan pengamatan tim lembaga dan media ini saat melintas di wilayah Kecamatan Dukuhseti, yang kemudian melakukan peliputan dan mengklarifikasi berdasar kepada tu poksi kita sebagai mitra pemerintah dan control sosial masyarakat ,terkait pembangunan rehab gedung sekolah itu
Jum’at, 27/september/2024.

Kuat dugaan proyek tersebut dengan sengaja menyembunyikan informasi terhadap masyarakat, proyek sudah berjalan beberapa hari namun papan informasi proyek atau pagu anggaran tidak terdapat dilokasi pembangunan tersebut sebagaimana mestinya .tuturnya

Padahal Pemasangan papan nama informasi proyek adalah implementasi azas transparansi keterbukaan publik ,sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan.
Undang – undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan imbuhnya

Saattim lembaga dan awak media mengkonfirmasi mengklarifikasi ke pihak Kepala Sekolah, saya tidak tahu siapa pemborongnya CV Apa yang mengerjakan dan siapa pelaksananya, pihak sekolah hanya terima bangunan dan terima kunci, ungkapnya.

Saat tim lembaga dan awak media mengkonfirmasi mengklarifikasi ke pihak pekerja S orang , saya tidak tahu siapa pemborongnya dan saya kerja hanya diajak teman, ungkap nya.
Setelah itu menunjukan itu mas yang bertanggung jawab orangnya, yang bersama Kepala Sekolah.
Namun sayang setelah tim lembaga dan awak media menemui orangnya tidak bisa memberi keterangan, hanya mengasih nama pelaksananya mas Imam, kalau lebih jelasnya langsung tanya ke Dinas saja, pungkasnya
( www- tim )

You might also like