Pelimpahan P21 Perkara Pencemaran Lingkungan PMKS PT.SIPP Duri.

Daerah
Dilihat 152

Bengkalis– kompasnews.co.id.
Penyerahan berkas perkara bersama dua tersangka yang sejak September 2022 lalu sudah dilakukan penahanan oleh penyidik Gakkum KLHK dan sempat dilakukan penangguhan penahanan.

Setelah berkasnya dinyatakan lengkap. Persidangannya akan digelar di PN Bengkalis. Berkas perkara dan dua tersangka oleh Jaksa dari Kejagung dan dibantu oleh Jaksa di Kejari Bengkalis akan menyiapkan perkaranya untuk diajukan ke persidangan di PN Bengkalis.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis menerima pelimpahan berkas bersama dua tersangka dinyatakan lengkap (P21).

Kasus dugaan pencemaran lingkungan dilakukan oleh PMKS PT Sawit Inti Prima Perkasa (SIPP) di Kecamatan Mandau, Bengkalis dari Tim Gakkum KLHK RI bersama Jaksa Kejagung RI.


Penyerahan berkas perkara ini Pada hari Kamis (2/3/2023) malam.
Pantauan awak media dilapangan, dua orang tersangka berinisial AN (40) selaku General Manager dan EK (33) selaku Direktur PT PT SIPP industri pengolahan minyak mentah kelapa sawit (crude palm oil) yang berlokasi di KM 6 Kelurahan Pematang Pudu Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Setelah diserahkan dan mengenakan baju rompi tahanan. Langsung dibawah ke ruang tahanan Polres Bengkalis dengan menggunakan mobil tahanan Kejari Bengkalis.


Dua tersangka sampai di Kantor Kejari Bengkalis pukul 13.30 WIB molor sampai pukul 17.30 WIB, karena terkendala penyeberangan roro Bengkalis.

Penyerahan dua tersangka sampai pukul 20.00 WIB. Dititipkan di Polres Bengkalis. Setelah berkasnya dinyatakan lengkap, persidangannya akan digelar di PN Bengkalis. Berkas perkara dua tersangka oleh Jaksa dari Kejagung dibantu oleh Jaksa di Kejari Bengkalis akan menyiapkan perkaranya untuk diajukan ke persidangan di PN Bengkalis.


Kajari Bengkalis Zainur Arifin Syah mengatakan, Kami mendapatkan limpahan perkara yang ditangani jaksa dari Kejagung bersama tim Gakkum KLHK RI langsung menyerahkan berkas perkara bersama dua tersangkanya. Kami menahannya selama 20 hari kedepan sambil mengajukan berkas perkaranya ke PN Bengkalis.


Penyerahan dua tersangka ini didampingi 3 jaksa dari Kejagung dan penyidik Gakkum KLHK RI. Plt Kadis DLH Bengkalis Ed Efendi dan Kabag Hukum Setdakab Bengkalis Fendro. Kedua tersangka ini diduga melakukan tindak pidana lingkungan hidup berupa dengan sengaja melakukan perbuatan mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut. kriteria baku kerusakan lingkungan hidup dan/atau melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin.


Berkas tuntutan jaksa dari Kejangung, perbuatan kedua tersangka diancam hukuman 10 tahun penjara dan denda sebanyak 10 miliar rupiah. Keduanya disangkakan melanggar Pasal 98 jo Pasal 116 Undang-Undang RI No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja jo Pasal 55 KUHAP dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dengan denda paling banyak Rp10 miliar dan/atau Pasal 104 berupa ancaman pidana penjara paling lama 3 tahun dengan denda paling banyak Rp3 miliar.


Secepatnya akan kita ajukan ke persidangan dan kita lihat nanti, apakah jaksa penuntut sepenuhnya dari Kejari Bengkalis atau dari Kejagung. Kami sifatnya hanya sebagai jaksa pembantu, tutupnya. (simon parlaungan/ Rilis)

You might also like