PETI Kuasai Muaro Bangko, Pemerintah Seolah Bungkam

Daerah
Dilihat 206

Mandailing Natal- Kompasnews.co.id Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Muaro Bangko, Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal, semakin menggila. Suara mesin dompeng terdengar tanpa henti, siang dan malam, seolah menandakan bahwa hukum di wilayah ini tidak lagi berwibawa.

Pantauan di lapangan, aktivitas PETI berlangsung terang-terangan di sepanjang aliran sungai dan kawasan hutan. Lumpur bercampur merkuri mengalir deras ke sungai, menyebabkan air keruh dan berbahaya bagi kesehatan. Warga pun mengaku resah.

“Dulu sungai ini jadi sumber air bersih, sekarang berubah jadi kubangan keruh. Ikan sulit didapat, sawah kami pun terancam gagal panen,” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya, Sabtu (6/9/2025)..

Mirisnya, hingga kini pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum terkesan diam seribu bahasa. Tidak ada upaya tegas memberantas aktivitas ilegal yang nyata-nyata merusak lingkungan dan mengancam ekonomi masyarakat.

Publik mulai bertanya-tanya, siapa yang sebenarnya bermain di balik bisnis kotor PETI ini? Apakah hanya penambang kecil, atau ada aktor besar yang ikut menikmati keuntungan dari kerusakan alam Muaro Bangko?

Jika pembiaran ini terus berlanjut, bukan hanya lingkungan yang hancur, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan aparat hukum akan semakin runtuh.

LSM dan pemerhati lingkungan mendesak pemerintah untuk segera bertindak, bukan hanya dengan razia seremonial, melainkan membongkar jaringan aktor kuat di balik maraknya PETI. Tanpa langkah nyata, Muaro Bangko hanya tinggal menunggu waktu menjadi wilayah rusak permanen akibat keserakahan segelintir orang.

Redaksi

You might also like