Kepulauan Mentawai – Kompasnews.co.id
Proyek infrastruktur yang seharusnya menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Mentawai kembali menuai kritik. Temuan mencolok pada proyek peningkatan jalan Mapadegat–Dermaga mengungkap adanya ketidaksesuaian volume pekerjaan, yang ditaksir mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp427.814.711,00.
Berdasarkan hasil uji petik terhadap dua item utama konstruksi, ditemukan realisasi fisik di lapangan yang tidak selaras dengan volume yang tercantum dalam kontrak adendum.
Dua item pekerjaan bermasalah yang menjadi sorotan adalah:
Lapis Pondasi Bawah Beton Kurus
Volume kontrak: 2.879,34 m³
Realisasi fisik: 2.730,74 m³
Selisih: 148,60 m³
Estimasi kerugian: Rp340.135.164,43
Perkerasan Beton Semen Fc’ 20 Mpa/K-250 (tanpa dowel bar dan tie bar)
Volume kontrak: 204,75 m³
Realisasi fisik: 170,76 m³
Selisih: 33,99 m³
Estimasi kerugian: Rp87.679.546,57
Ketua LSM Perkumpulan Pemuda Nusantara Pas Aman (P2NAPAS), Ahmad Husein Batu Bara, menyatakan bahwa deviasi tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan teknis serta berpotensi mencederai kepercayaan publik terhadap tata kelola anggaran.
“Ketika volume tidak sesuai, ini bukan hanya soal hitungan meter kubik—ini menyentuh integritas tata kelola proyek. Kualitas pengawasan menentukan kualitas kepercayaan,” ujar Husein dalam keterangannya.
P2NAPAS berkomitmen untuk melaporkan temuan ini kepada aparat penegak hukum agar evaluasi menyeluruh dapat dilakukan secara transparan dan akuntabel. Mereka juga mendesak evaluasi terhadap mitra pelaksana yang dinilai gagal menjalankan tanggung jawab sesuai spesifikasi.
Hingga berita ini dirilis, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai belum memberikan tanggapan resmi. Namun tekanan publik kini tak lagi bisa diabaikan. Proyek infrastruktur bukan sekadar soal pembangunan fisik—ia adalah refleksi dari kualitas kepemimpinan dan komitmen terhadap pelayanan publik.
“Jika infrastruktur dibangun dengan disiplin dan transparansi, maka yang tercipta bukan hanya jalan yang kokoh, tetapi juga fondasi kepercayaan masyarakat,” tutup Husein.
Redaksi.













