Terkait Perkembangan Pelemparan Bom Molotov Kediaman Wartawan, Kapolsek Selalu Menghindar Ketika di Temui Korban

Daerah
Dilihat 240

Kompasnews.co.Id I Langkat
Pelemparan Bom Molotov kediaman wartawan KompasNews,Co.Id Joko Purnomo, Kapolsek Pangkalan Brandan AKP Amrizal Hasibuan SH.MH lebih menghindar apabila ditemui diruang kerjanya bahkan dihubungi via ponsel selular tidak aktif aktif pun tidak bersedia angkat hp korban untuk dimintai keterangan prihal perkembangan insiden yang menimpa korban sampai saat ini kasusnya tidak terungkap dan pelaku eksekutor tak kunjung ditangkap dan kini bebas berkeliaran di wilayah hukum Polsek Pangkalan Brandan meskipun polisi telah mengantongi identitas pelakunya.

Pasca di lemparnya Bom Molotov kediaman Joko Purnomo dan istrinya Virda Br Panggabean pada tangggal 11 April 2025 sekitar pukul 01.45WIB dinihari yang lalu suasana Gang Musholla Tangkahan Lagan, Kelurahaan Alurdua Baru,Kecamatan Sei Lepan semakin menyeramkan karena pelaku masih berkeliaran di seputaran kediaman korban.

Joko Purnomo dan Virda Br Panggabean menduga pelaku merupakan warga Sei Bilah, Sei Lepan bahkan orang dekat Bandar atau Gembong sabu-sabu sehingga pelaku berada di sekitar yang sampai saat ini masi sering berlalu lalang di sekitaran wilayah hukum Polsek Pangkalan Brandan.

“Saya menduga dia akan melakukan aksi kembalinya untuk membakar rumah saya jika dia tidak segera ditangkap, karna yang pastinya dia merasa dia hebat dan kebal hukum sehingga besar kepala karena tidak bisa ditangkap aparat kepolisian Polres Langkat dan Polsek Pangkalan Brandan.

Saya tiap malam mendengar kendraaan motor keluar masuk gang rumah saya mungkin ada orang yang sedang mengambar rumah kami, saya curiga dan khawatir dia akan melakukan aksinya untuk mencoba membunuh kami semua yang ada di sini,” ungkap ayah tiga anak ini.

Joko juga menjelaskan bahwa hampir tiap malam dirinya bersama keluarga nya bangun ketika mendengar suara langkah kaki manusia kan karena khawatir akan ada pelemparan bom molotov ataupun tindak kejahatan lainnya menyerang kediaman saya.

“Antara jam dua sampai jam tiga pagi kami selalu terbangun karena ada sepertinya orang yang bolak balik di depan rumah kami naik sepeda motor.

Kelihatan seperti orang hilir mudik keliwiran terus menerus, saya khawatir dia akan kembali melakukan aksinya, karena dugaan saya dia ini (pelaku Eksekutor-red) suruhan Bandar atau Gembong sabu-sabu.

Saya beraharap Bapak Kapolda turun segera mengungkap dan menangkap pelaku dan memberikan nya tindakan tegas dengan terukur agar tidak ada lagi korban selanjutnya,” harapnya.

Joko juga memohon kepada Bapak Kapolda Sumut melalui Kapolres Langkat Polsek Pangkalan Brandan supaya ada patroli rutin keliling sekitar kediaman korban untuk menciptakan situasi aman dan nyaman dan terciptanya Khamtibmas di wilayah hukum tempat tinggal korban.

“Kami berharap ada patroli rutin keliling disekitar kediaman tempat tinggal korban ini agar situasi menjadi lebih aman dan kondusif ungkapnya,” pinta korban Selasa (01/7/2025) kepada KompasNews Co.Id.

Kapolsek Pangkakalan Brandan saat di konfirmasi dikantornya, pintu kantor tertutup selalu meskipun berada ditempat namun enggan menemui wartawan yang juga korban ditemui guna konfirmasi.

Diduga Kapolsek Pangkalan Brandan AKP Amrizal Hasibuan SH.MH menghindar untuk ditemui korban guna konfirmasi perkembangan atas kejadian yang saya alami.(jok)

You might also like