Seorang warga Desa Akegula Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan ( Halsel )Bernama Lakadir mengaku kaget ketika dia membeli tiket dari Ternate tujuan Obi di loket Sumberaya 04.
Kapal sumberraya 04 di duga secara terang – terangan mengabaikan kebijakan pemerintah daerah melakukan pemerasan terhadap pemudik, meskipun layanan tersebut seharusnya di potong 50 persen pada Jumat ( 28/3/2025)
Dugaan pelanggaran ini ada keterlibatan Oknum pejabat di Dinas perhubungan Lingkup Pemda Halsel.
Setelah sejumlah pemudik yang tidak memiliki tiket dipaksa membayar biyaya tambahan oleh pihak kapal dari tarif kamar Harga normal 600 ribu rupiah menjadi 1 juta rupiah per,orang padahal suda ada program mudik gratis oleh pemerintah provinsi Maluku Utara ( pemprof Malut ) dan Pemerintah kabupaten Halmahera Selatan ( Pemda Halsel ), untuk membantu masyarakat pulang kampung menjelang Idul Fitri 1446 H tanpa biyaya.
Namun praktik nakal yang di lakukan oleh pihak kapal justru mencoreng tujuan mulia tersebut.
La kadir warga akegula kecamatan Obi menuturkan, kekecewanya terhadap tindakan pihak kapal sumberraya 04 yang di nilai sengaja mengambil keuntungan dari kebijakan pemerintah,” ucapnya
La kadir menabahkan bahwa,” saya sempat aduh mulut dengan ABK kapal saya protes harga tiket yang begitu mahal di jual .dan ada satu orang ABK kapal dia mengatakan bahwa semua ini kepala dinas perhubungan yang atur, dan saya bilang sama ABK coba panggil kepala dinas perhubungan supaya saya mau tanyakan, dan kemudian ABK kapal datangkan kepala dinas Perhubungan Halmahera Selatan. Ramli Munui kemudian saya tanyakan ke pak kadis Perhubungan pak Ramli Munui, kenapa penjualan tiket sampai naik dua kali lipat pak Ramli ?? Pak Ramli menjawab pertanyaan saya,” memang suda begitu aturanya,
“Praktisi hukum muda Laode Sudarmono SH, dengan tegas meminta we Bupati Halmahera Selatan. Basam Kasuba, untuk segera mencabut izin oprasional KM Sumber Raya 04 dan Evaluasi kepala dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Selatan, Karna ada dugaan keterlibatan praktik kejahatan di kapal sumber raya 04 ,” tegasnya
La Ode Sudarmo SH, menambahkan skandal ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah yang telah berusaha memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.jangan Samapi kebijakan baik ini justru menjadi ajang korupsi dan manupulasi oleh pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab.
Kasus ini harus menjadi pelajaran bahwa pengawasan ketat dan penegakan hukum yang tegas adalah kunci, agar program pemerintah benar – benar bermanfaat bagi rakyat Moloku kieraha, bukan justru di manfaatkan oleh oknum tertentu,” tutup Sudarmono.
Sampai berita ini di publish, dari pihak dinas perhubungan dan pihak kapal km sumber raya 04 Masi dalam upaya konfirmasi.
Editor : redaksi
Penulis : Rusdi













