Dewan Penasehat Gerindra M Rafik : Problem Parit Perkebunan, Bukan Kasus Baru, Selama ini Kemana Aja

Daerah
Dilihat 401

Kompasnews.co.id- Sumatera Utara, Batu Bara- Penggalian Paret perkebunan milik PTPN IV kebun Tanah Itam Ulu, di Desa Lubuk Cuik Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara (Sumut), bersempadan dengan Badan jalan umum dinilai membahayakan.

Hal tersebut sempat viral di media Bupati Batu Bara Zahir berang kepada pelaksana proyek karena pembangunan parit tersebut tanpa koordinasi, penggalian parit dianggap terlalau dekat dengan badan jalan, sebagaimana aturan undamg undang jarak dari badan jalan 7 meter.

Menyikapi permasalahan tersebut Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra H Muhammad Rafik angkat bicara terkait
Viralnya kemarahan Bupati Batu Bara. Minggu, 17/12/23.

“Bagus ini ada teguran, Tapi hal ini kan bukan hari ini saja ada penggalian, yang mengakibatkan runtuh nya bahu jalan” Sebut Rafik.

Beliau juga memberikan contoh di beberapa jalan di Batu Bara, seperti arah ke bulan bulan, tanah gambus , pasir putih, dan di beberapa tempat lain.

Bahkan kata Rafik dirinya bersama beberapa aktifis pernah memberhentikan aktitas serupa penggalian parit.

“Kami perna stop kegiatan yang sama bersama kawan kawan akrifis dan awak media di salah satu penggalian di PT Socfindo” Jelasnya.

” jadi dimana saja selama ini Pejabat nya” Tanyanya geram.

Pada prinsip nya kita dukung pak zahir tegur pihak perkebunan yang menggali parit pembatas agar aset pemerintah tidak rusak akibat dari penggalian itu, tapi sangat di sayang kan kenapa baru sekarang perhatiannya, “di Akhir masa jabatannya kemana saja selama ini Pejabat yg berwenang apa kah semua cuma ABS”

” ini kan sudah lama terjadi di berbagai tempat di Batu Bara, bahkan hampir setiap hari kelihatan oleh pejabat”

Bahkan ada bahu jalan yg sudah runtuh seperti jalan bulan bulan ,

seharusnya jauh sebelum nya teguran dan peraturan itu di tegak kan , jangan sudah merusak aset , dan sudah makan korban baru bertindak.

“kita mintak juga pihak perkebunan jangan sewenang wenang menggali pembatas kebun sehingga merusak dan makan korban , kalau ini sudah terjadi , siapa yg di salah kan” ujar politisi senior Gerindra Muhammad Rafik.

Rafik juga menduga akibat lemah nya pengawasan ,kawan 2 kita di DPRD, dan aparat pemerintah dari desa camat dinas sampai ke bupati, Jangan menjadi isu liar, di kalangan masyarakat, di ujung jabatan baru sibuk. Tutupnya. (Al 70)

You might also like