Kompasnews.co.id. Manggarai Timur-NTT. Liarnya penggunaan Alat Tangkap Ikan (API) oleh Kapal Nelayan Sulsel di Laut Flores (Utara) meresahkan nelayan kecil lokal.
Dari hasil pantauan media kompasnews, Kapal Nelayan yang menggunakan API dilarang aturan Menteri Kelautan tersebut masih liar beroperasi di Laut Flores, wilayah tangkapan Reo-Pota.
Menurut keterangan salah satu penyuluh perikanan wilker Manggarai Timur, tiga buah kapal nelayan yang menggunakan API dilarang tersebut adalah Andika Pratama 02, Rina Jaya 02 dan Reo Indah selama ini beroperasi diwilayah tangkapan Reo-Pota.
Selama ini ketiga Kapal tersebut beroperasi terkesan dibiarkan liar begitu saja oleh pihak yang berwenang.
Saat dikonfirmasi via whatsapp terkait liarnya Kapal Nelayan pengguna API yang dilarang di Laut Flores (Reo-Pota) kepada Kasat Polairud Polres Manggarai IPTU Jessy Silahooy mengatakan bahwa mereka selama ini tidak mendapat koordinasi dari penyuluh perikanan Manggarai dan Manggarai Timur terkait surat izin kapal dan surat izin penangkapan ketiga Kapal Nelayan Lampara tersebut.
“Kami selama ini tidak dikoordinasi oleh penyuluh perikanan yang mengantongi dokumen kapal nelayan yang diduga menggunakan API yang dilarang tersebut. Kami akan bertindak jika kami punya dokumen kapal yang diduga bermasalah, beroperasi di zonasi yang tidak sesuai tersebut.”, jelas IPTU Jessy Kasat Polairud melalui sambungan telepon kepada awak media kompasnews. Jum’at, 24/05/2024.
Sementara secara terpisah pada hari yang sama, salah satu penampung dan pangkalan ikan yang berada di Reo berinisial AJ membenarkan bahwa Kapal Rina Jaya 02 yang baru-baru ini beroperasi di perairan Pota merupakan mitra kerjanya.
“Benar bahwa Kapal Riana Jaya 02 yang beroperasi di Pota adalah mitra kerja saya. Saya yang mendatangkan mereka dari Sulsel untuk melingkar di rumpong milik saya di Reo. Kami juga diundang oleh salah satu pemilik rumpong yang di Pota untuk beroperasi disana. Sedangkan, Kapal Reo Indah itu milik Bapak Ane, dan Andika Pratama 02, saya tidak tahu siap mitra kerjanya disini.”, tutur AJ saat ditemui di kediamannya Reo.
Sampai berita ini dinaikkan DKP Provinsi NTT Wilker Manggarai Raya belum memberi konfirmasi ketika dihubungi.













