Ketua Tim Panzer MK-BiSA Zona Galela-Loloda, Suharjan Cando, memberikan tanggapan keras terkait dukungan Sultan Ternate, Hidayatullah Syah, kepada calon Gubernur Maluku Utara, Benny Laos. Dukungan tersebut disampaikan Sultan melalui sebuah video berdurasi lebih dari tiga menit yang telah diunggah dua minggu lalu dan tersebar luas di media sosial.
Suharjan, yang juga merupakan Ketua Tim Panzer Zona Galela-Loloda Pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara nomor urut 3, Dr. Muhammad Kasuba, MA, dan Basri Salama, S.Pd—yang lebih dikenal dengan pasangan MK-BISA—menilai bahwa sikap Sultan Ternate tidak merepresentasikan suara seluruh masyarakat Ternate maupun Maluku Utara. Ia menekankan bahwa sebagai representasi etnis terbesar, seperti Tobaru, Tobelo, dan Galela, pihaknya merasa tersinggung atas dukungan tersebut.
“Sikap Sultan Ternate ini sangat mengganggu, karena Kesultanan Ternate berdiri di atas landasan moral agama dan kepercayaan yang kuat terhadap kesakralan institusi kesultanan di jazirah Al-Mulk Moloku Kie Raha. Akan lebih terhormat jika dukungan politik disampaikan atas nama pribadi, tanpa membawa nama besar kesultanan,” ujar Suharjan.
Lebih lanjut, ia juga menyebut bahwa dukungan Sultan Ternate terasa aneh karena ada kandidat lain yang berasal dari keluarga kesultanan, yakni Sultan Tidore, yang juga mencalonkan diri. Dukungan terhadap kandidat lain oleh Sultan Ternate, menurut Suharjan, menimbulkan pertanyaan besar mengenai integritas Sultan dalam menyikapi dinamika politik.
“Hal ini menambah ketidakharmonisan antar-kesultanan di mata masyarakat. Dukungan Sultan Ternate kepada Benny Laos justru dapat memperburuk situasi, bahkan berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Suharjan juga mengaitkan fenomena politik ini dengan sejarah konflik antar-kesultanan di era penjajahan, yang dipicu oleh kehadiran kekuatan asing seperti Portugis dan Spanyol. Ia menyebut bahwa politik yang memecah belah seperti ini berbahaya bagi persatuan Maluku Utara.
Sebagai solusi, Suharjan mengajak masyarakat untuk mendukung pasangan MK-BISA, yang ia anggap sebagai representasi etnis terbesar di Maluku Utara dan solusi terbaik untuk menciptakan masa depan yang lebih kondusif dan harmonis bagi provinsi tersebut.
“Pasangan MK-BISA adalah harapan bagi Maluku Utara yang lebih damai dan bersatu,” tutup Suharjan.
( Rusdi )













