Polisi Polres Langkat dan Mapolsek P.Brandan Harus Ungkap Pelaku (Eksekutor) Bom Molotov

Daerah
Dilihat 212

Kompasnews.co.id I P.Brandan
Praktisi Hukum (PH) di Stabat, Safril SH, Kamis (5/6/2025) meminta kepada Polres Langkat Polsek Pangkalan Brandan serius mengungkap pelaku kasus pelemparan bom molotov kediaman wartawan Kompas News.co.id, jum’at,(11/4/2025) sekira pukul 01.45 Wib.

Sebab jika tidak diungkap dan kasusnya dibiarkan mengambang (bungkam-red) dapat menimbulkan ketidaktentraman bagi masyarakat lainnya.

Safril SH menegaskan pelemparan bom molotov kediaman wartawan Kompas News.co.id di Gang Mushollah Tangkahan Lagan, Kelurahaan Alurdua Baru, Kecamatan Sei Lepan,Kabupaten Langkat itu merupakan tindakan teror perencanaan pembunuhan terhadap korban dan keluarganya.

Alasannya tindakan yang dilakukan seseorang atau kelompok tersebut dapat menimbulkan ketidaktenangan masyarakat umum terkhusus masyarakat di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

“Tindakan pelemparan bom molotov kediaman wartawan, Kompas News.co.id itu sudah tergolong teror,” kata Safril SH.

Ia menanggapi belum adanya pelaku, Eksekutor yang berhasil diamankan aparat kepolisian kemungkinan karena pertimbangan keamanan.

Agar tidak menimbulkan ketidaktenangan di kalangan masyarakat di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), untuk itu polisi Polres Langkat dan Mapolsek Pangkalan Brandan harus segera mengungkap pelakunya siapapun orangnya.

“Kalau dibiarkan pelakunya, Eksekutor berkeliaran, dikhawatirkan akan melakukan hal yang sama kepada orang lain dengan alasan tidak ditangkap terkesan kebal dari hukum,” ujar Safril SH.

Selaku korban, Joko Purnomo, Lowyer di Stabat sangat mengharapkan keseriusan aparat kepolisian Polres Langkat dan Mapolsek Pangkalan Brandan mengungkap pelakunya Eksekutor dan Aktor Intlektualnya.

Ia menceritakan, pada malam kejadian seandainya tidak cepat terlihat oleh istri korban, Virda Br Panggabean (41) mungkin api yang disebabkan oleh bom molotov dapat menghanguskan tempat tidur anak korban pada saat tertidur.

“Kain gorden di kamar anak sudah hangus terbakar akibat bahan bakar minyak (BBM) yang terpercik dari bom molotov itu. Dan tanaman bunga dan pohon mangga dekat jendela kamar utama sudah hangus terbakar,” katanya. (Lkt-1)

You might also like