Lhokseumawe, Kompasnews.co.id – Kelangkaan beras kembali dirasakan masyarakat di sejumlah kawasan Kota Lhokseumawe. Warga terpaksa mengantre berjam-jam dan berdesakan di sejumlah toko tempat jualan beras karena minimnya pasokan setelah wilayah Aceh dilanda banjir beberapa waktu lalu.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku harus mendorong dan berdesakan untuk mendapatkan jatah beras yang jumlahnya terbatas. Ia menuturkan kepada Kompasnews pada Minggu (30/11/2025), bahwa kondisi tersebut membuat masyarakat tertekan karena kebutuhan pokok tidak mudah diperoleh.
“Bayangkan, Pak. Kita beli saja sudah seperti itu keadaannya. Apalagi barang lain. Di toko pun tidak ada. Berapa pun uang kita, kalau barangnya tidak ada, ya tetap tidak bisa. Dari kecil saya tidak pernah mengalami seperti sekarang,” ujarnya dengan nada kecewa.

Warga lainnya, Pak Nadir, juga menyampaikan keluhan serupa. Ia mengaku sudah berkeliling ke berbagai toko beras di sekitar Lhokseumawe, namun stok tetap kosong.
“Kami sudah ke mana-mana. Memang kewalahan, Pak. Walaupun kami mau membeli, barangnya tidak ada. Distribusi terhambat sejak banjir kemarin. Mobil pengangkut beras belum bisa normal. Banyak kawasan terendam, jadi pasokan terlambat,” kata Nadir kepada media ini.
Menurutnya, masyarakat harus memahami situasi ini sebagai cobaan sekaligus peringatan untuk lebih banyak berintrospeksi.
“Ini semua ujian akibat ulah tangan manusia. Kita semua, termasuk saya, harus menyadari itu. Lebih baik memperbanyak istighfar dan bertobat. Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Pengampun,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih berupaya memulihkan jalur distribusi dan memastikan pasokan beras kembali normal di pasaran. Sementara itu, warga berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat agar kelangkaan bahan pokok tidak berkepanjangan. (M.S)













