Pastikan Tak Ada Lahan TerbengkalaiBupati Bengkulu Selatan Buka Akses Luas Akses Alsintan Untuk Masyarkat

Daerah
Dilihat 8

BENGKULU SELATAN | Kompasnews.co.id

Bupati Bengkulu Selatan, Rifai Tajudin, menegaskan komitmennya dalam mendorong produktivitas sektor pertanian dengan membuka akses seluas-luasnya terhadap alat dan mesin pertanian (alsintan) milik pemerintah daerah bagi masyarakat, guna memastikan tidak ada lahan yang terbengkalai akibat keterbatasan sarana.

Kebijakan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan dalam mempercepat peningkatan produksi pangan sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional, dengan memastikan seluruh fasilitas pertanian dimanfaatkan secara optimal oleh petani.

Langkah tersebut juga diperkuat melalui sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah dengan Polres Bengkulu Selatan serta instansi terkait dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif, termasuk penggarapan lahan tidur menjadi area pertanian aktif.

Selain itu, pemerintah daerah terus menggencarkan berbagai program pendukung seperti Gerakan Pangan Murah Era Go 2025 guna menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat, sekaligus mendorong distribusi bantuan bibit unggul padi dan jagung kepada petani.

Di sisi lain, dukungan sarana dan prasarana juga diperkuat melalui penyediaan berbagai alsintan seperti combine harvester (kombin), traktor, dan jonder yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat melalui dinas terkait.

Dalam keterangannya, Rifai Tajudin menegaskan bahwa tidak boleh ada alat pertanian milik pemerintah yang menganggur sementara masyarakat kesulitan mengolah lahan.

“Masyarakat yang membutuhkan alat pertanian silakan datang ke Dinas Pertanian. Jangan sampai ada alat yang menganggur, sementara lahan masyarakat tidak bisa digarap karena keterbatasan sarana. Sepanjang alat tersedia, masyarakat boleh menggunakannya,” tegasnya.

Kebijakan ini pun mendapat apresiasi dari LSM P2NAPAS melalui Ketua DPW Provinsi Bengkulu, Iklandiyanto, Amd. Ia menilai kehadiran alsintan sangat membantu petani, khususnya dalam mempercepat proses panen dan menekan biaya produksi.

“P2NAPAS mengapresiasi kinerja pemerintah daerah dalam menghadirkan berbagai alat pertanian seperti kombin, traktor, dan jonder, serta bantuan bibit. Dampaknya sangat dirasakan langsung oleh masyarakat petani,” ujarnya.

Lebih lanjut, sinergi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta dukungan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam penyediaan ratusan alsintan menjadi penguat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Upaya ini dinilai sejalan dengan target pemerintah pusat dalam mencapai swasembada pangan nasional tahun 2026, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani di Bengkulu Selatan.

Redaksi.

You might also like