Kompasnews.com | Banjir yang melanda Kabupaten Halmahera Selatan tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada sektor pendidikan. Sejumlah sekolah dilaporkan mengalami kerusakan pada sarana dan prasarana, termasuk meja, kursi, buku ajar, dan media pembelajaran. Nilai kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala BPBD Halmahera Selatan, Aswin Adam, meminta pihak sekolah yang terdampak banjir untuk segera melakukan pendataan kerusakan secara menyeluruh. “Kami mengimbau seluruh pihak sekolah yang terdampak untuk segera melaporkan kerusakan inventaris seperti kursi, meja, buku ajar siswa, serta media pembelajaran lainnya,” kata Aswin.
Pendataan ini penting untuk mendukung proses penanganan dan penggantian fasilitas pendidikan yang rusak. Seluruh data yang dihimpun dari sekolah-sekolah tersebut akan disampaikan ke Posko Utama BPBD dan menjadi dasar dalam rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan Halmahera Selatan.

“Kami berharap laporan yang masuk bersifat valid dan sesuai kondisi nyata di lapangan,” tambah Aswin.
BPBD juga terus memantau situasi banjir secara menyeluruh dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna mempercepat proses pemulihan. “Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan,” pungkas Aswin.
Hingga Kamis, 26 Juni 2025, tercatat sebanyak 3.869 kepala keluarga (KK) atau 15.056 jiwa terdampak banjir, dengan 2.253 unit rumah dilaporkan terendam air.
(Abubakar S)













