Jateng – Sudah sebulan sejak ditetapkannya status bencana kekeringan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati Jawa Tengah. Bantuan sosial berupa beras yang seharusnya dikucurkan kepada warga terdampak Kekeringan hingga kini belum tersalurkan.
Wacana pembagian bansos pangan bagi masyarakat terdampak kekeringan itu muncul usai pemerintah setempat bersama dengan Forkopimda dan OPD menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan sejak 3 Oktober 2023.
Saat dikonfirmasi, Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro menyatakan pihaknya masih akan melakukan pengecekan beras sebelum disalurkan.
“Semoga dapat segera kita realisasikan. Tapi itu masih kita cek lagi, kita pantau lagi pastinya,” kata Henggar belum lama ini.
Belum jelasnya kapan penyaluran bansos beras dengan tujuan untuk ketahanan pangan ini, bahkan Henggar juga belum tahu pasti soal rencana berapa banyak yang akan disalurkan.
“Kemarin sudah kita siapkan sekitar 63 ton. Dan soal rencana penyaluran 70 ton itu belum. Itu kan ada ketentuannya banyak. Ini belum ada kepastian berapa (yang disalurkan), akan kita pastikan dulu. Dan targetnya semua tersalurkan. Penyaluran belum, semoga bisa segera,” tambah dia.
Sebelumnya Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsosp3akb) mengisyaratkan akhir Oktober ini bansos tersebut akan disalurkan. Karena dinas sudah mengajukan permohonan penyaluran kepada pimpinan daerah.
“Rencana penyaluran bansos pangan untuk kekeringan belum, masih diusulkan penyaluran. Surat permohon sudah naik ke pak Pj, semoga akhir Oktober bisa cair,” ujar Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Tri Haryumi.
Dikatakan bahwa hingga saat ini penyaluran Bansos beras baru dibahas oleh Bulog . ( is )













