BumDes “Alam Makmur” Restu Buana Realisasikan Ternak Kambing Program Ketahanan Pangan Tahun 2025.

Daerah
Dilihat 255

Lampung Tengah – Kompas News
Program ketahanan pangan melalui “ternak kambing”, merupakan program desa atau kampung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ketersediaan protein hewani lokal melalui budidaya ternak kambing yang di danau dari DD, melibatkan koordinasi antara Pemerintah, masyarakat dan BPD.

Program ini melibatkan pemberian bibit kambing pengelolaan ternak yang baik dan pemanfaatan limbahnya sebagai pupuk organik.

Seperti halnya di Kampung Restu Buana Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah, pada tahun 2025 kampung tersebut merealisasikan program ketahanan pangan yaitu ternak kambing yang di beri nama Alam Makmur dengan alokasi anggaran dari BumDes

Sebanyak 125 ekor kambing di jadikan dalam satu kandang kokektiv, dan diurus oleh dua orang yang setiap hari selalu memantau pakan maupun kesehatan ternak.

Oplus_16908288

“Pakan yang kami pakai adalah jenis fermentasi”, terbuat dari bahan dedak atau katul, dedaunan, mineral, onggok singkong, menir beras, serta bahan lain kemudian digiling diaduk lantas di fermentasi.

Adapun kambing yang dalam keadaan sakit kami pisah, kami suntik sesuai arahan dari mantri hewan, papar Langkir yang dipercaya masyarakat untuk mengurus ternak.

Dihubungi via ponsel Minggu (12/10) Ketut Sugede Kepala Kampung menjelaskan, dirinya memilih program ketahanan pangan dengan ternak kambing, karena sangat bermanfaat bagi masyarat, kambing adalah sumber protein hewan yang penting dan mudah diakses, memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

Selain itu dapat juga menjadi sumber pendapatan keluarga meningkatkan perekonomian lokal dan juga sebagai pemberdayaan masyarakat

Namun menurutnya semua itu kita harus mengikuti juknis yang telah ditetapkan kan baik dari segi lahan, kandang, tempat isolasi ternak sakit, hingga tekhilnis perawatan.

Dari hal-hal tersebut saya selalu putra daerah Restu Buana berkewajiban untuk mencintai tempat kita tinggal, “saya berharap masyarakat sejahtera memiliki ekonomi yang baik, sehat dan merasa memiliki kampung kelahirannya.

Terakhir Sugede mengatakan bantuan bibit seringkali disertai tanggung jawab bersama dari penerima manfaat untuk memelihara dan menjaga keberlanjutan program, pungkasnya (AHMAD)

You might also like