Soal Pemadaman Lampu, FP2G Organda Gane Halsel Desak Pemprov Malut Serta PLN Ambon Maluku Evaluasi Copot ULP PLN Weda dan KP PLN Maffa

Daerah
Dilihat 825

HAL-SEL_Kompasnews.Co.Id–Sekretaris Front Pemuda Peduli Gane (FP2G), Asrul Lamunu, yang juga Ketua Organda Gane Timur Halmahera Selatan meminta pihak Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan otoritas PLN Ambon Maluku segera melakukan evaluasi atas kinerja ULP PLN Weda Halmahera Tengah dan Kepala KP PLN Maffa Halmahera Selatan.

Sejauh ini pelayanan ULP Weda dalam menyuplai jaringan listrik untuk wilayah Gane Timur sering terjadi pemadaman dengan alasan gangguan jaringan, padahal kita semua tahu bahwa semua fasilitas pendukung baik sarana transportasi, komunikasi dan SDA sudah lebih dari cukup.

“Kami Front Pemuda Peduli Gane (FP2G), Organda dan masyarakat sudah beberapa kali melakukan aksi protes atas sering terjadi pemadaman sepihak bahkan kami melayangkan surat permohonan rekomendasi dari desa-desa untuk pengaktifan kembali PK PLN Maffa” Terang Asrul Lamunu. Jum’at, (25/4/2025).

KP PLN Maffa ada sejak tahun 80-an, namun setelah ULP Weda melakukan sabutase menonaktifkan KPL PLN Maffa mengakibatkan pemadaman terus terjadi.

“Kami meminta kepada Pemerintah Halmahera Selatan, Pemerintah Provinsi dan pihak terkait untuk segera mengembalikan mesin KP PLN Maffa dan pengaktifan kembali” Tegasnya Asrul.

ULP Weda jelas-jelas tidak mampu melayani suplai jaringan listrik sampai ke wilayah Gane Timur Halmahera Selatan dengan rentang jarak yang begitu jauh, bila KP PLN Maffa kembali aktif maka rentang kendali muda terkontrol oleh petugas PLN setempat.

“Pihak ULP Weda melakukan pemadaman terhitung dari tanggal 24 malam sampai tanggal 25 malam, hal ini tentunya merugikan pelanggan” Jelasnya.

Kalau kita merujuk pada regulasi jelas pihak PLN lalai dan melanggar hukum, susuai dengan UU No 30 Tahun 2009 serta Peraturan Menteri ESDM Tentang Standar Kualitas Pelayanan Tenaga Kelistrikan.

“Kami berharap Pemerintah Provinsi Maluku Utara agar segera lakukan evaluasi, dan kami mendesak pihak otoritas PLN Maluku segara mencopot Kepala ULP Weda Halmahera Tengah dan Kepala KP Maffa Halmahera Selatan,” Pintanya Menegaskan.

Selain itu, pemerintah Desa Lalubi Gane Timur bersama warga meresahkan kepada PLN cabang Weda karena mati lampu di Desa Lalubi sejak kemarin malam smpai saat ini belum juga dinyalakan

“Kami mendukung penuh jika PLN mafa di aktifkan kembali sebab pemadaman lampu seperti ini merugikan pelanggan, karna banyak pelanggan selain membutuhkan penerangan tapi juga membutuhkan hal lain untuk menopang pekerjaan dengan mnggunakan aliran listrik,” Ucap Pak Amos

“Jika kondisi pelayanan suplai jaringan listrik tidak kondusif maka kami akan lakukan konsolidasi massa untuk melakukan aksi besar-besaran,” Pungkasnya.

(Fahas)

You might also like