Dua Pelajar SMK Kesuma Menghilang, Waka Kesiswaan Enggan Memberi Keterangan

Daerah
Dilihat 802

Kompanews.co.id_ Jateng – Dua pelajar SMK Kesuma Margoyoso kecamatan Margoyoso kabupaten Pati jawa Tengah dikabarkan belum kembali ke rumah sejak berangkat ke sekolah pada Selasa (31/1/2023) sampai sekarang sudah sepekan.

Dua peserta didik tersebut berinisial NA siswi kelas XII warga desa Purwodadi kecamatan Margoyoso dan AP siswa kelas XII warga desa Trangkil kecamatan Trangkil.

Bayu Kusuma, S.Pd Waka Bidang Kesiswaan saat di konfirmasi awak media ini di ruang Tata Usaha (TU) pada Senin (6/2/2023) perihal belum kembalinya dua peserta didik tersebut ke rumah setelah masuk sekolah mengatakan, ” Membenarkan kalau terkait dua siswanya sampai sekarang belum ketemu dan Saya juga punya hak untuk tidak menjawab pertanyaan bapak – bapak. Ini masalah sepele.

“Sebagaimana berita yang sudah beredar di media sosial, itu hak kami untuk tidak menjawab karena ketika muncul di pemberitaan ini menyangkut psikis peserta didik kami, tolong bisa di mengerti karena kami juga punya hak jawab. Dan kami tidak mau dipaksa untuk menjawab pertanyaan , karena saya juga orang Media, ” terang Bayu.

Disinggung adanya kabar penyitaan HP milik NA dan intervensi terhadap orang tua siswa, dijawab Bayu Kusuma, ” Tidak ada itu, tidak benar itu, tidak ada penyitaan HP dan intervensi.

“Biarkan keadaan ini tenang, saya mohon doanya agar siswa kami dapat segera ditemukan dalam keadaan baik.” pintanya.

“Proses – proses yang berkaitan dengan pencarian kami serahkan kepada Polsek Margoyoso untuk ditindak lanjuti, ” jelas Bayu.

Kapolsek Margoyoso AKP Imam Basuki saat dikonfirmasi awak media di kantornya mengatakan, ” Memang benar kemarin ada orang tua siswa SMK Kesuma yang datang kesini melaporkan telah kehilangan anggota keluarga/Orang hilang.

Ditanya adanya mediasi hari ini disekolah, dijawab Kapolsek, ” Mediasi hari ini di sekolah SMK Kesuma dari orang tua dan pihak sekolah.

Terpisah Dwi Supriyadi orang tua dari NA saat dikonfirmasi via sambungan WhatsApp pada Senin (6/2/2023) pukul 18.35 WIB terkait kebenaran berita yang ada mengatakan, ” Benar anak saya hingga sekarang belum pulang ke rumah. Biasanya anak saya pulang sekolah jam 16.00 WIB. Sampai jam 19.00 WIB belum ada kabar, di WA belum dijawab.

Hingga pukul 21.00 WIB dikomunikasikan dengan Ulum (Wali kelas), ditanya apakah disekolah ada pelajaran tambahan, dijawab tidak, ” ungkap Dwi Supriyadi.

Informasi yang ada, Selasa (31/1/2023) jam 10.00 WIB anak yang bernama AP di panggil ke ruang BK, tapi kemudian meninggalkan sekolah tanpa ijin. Kemudian pukul 11.00 WIB, anak saya NA dipanggil ke ruang BK, HP dipinjam, di pegang guru BK, dan tidak dikembalikan sampai sekarang, ” kata Dwi Supriyadi.

Karena belum kembalinya anak saya kerumah, besuknya Rabu (1/2/2023) saya di panggil kesekolah. Saat itu saya diberi informasi terkait isi chat HP anak saya NA dengan AP adanya upaya kabur bersama. HP NA dikeluarkan oleh guru Iin dipegang oleh Ambar, itu sudah 1X 24 jam, ” bahkan saya sempat mempertanyakan kalau dari pihak sekolahan kalau tau anak saya upaya mau kabur ter kait isi chat hp ibu kok tidak mencegah atau menahannya kok malah hp anak saya yang kamu tahan terang Dwi Supriyadi.

Ketika saya mau lapor ke kantor polisi, oleh pihak sekolah melarang,” Jangan dulu, kita negosiasi, beri waktu 2, 3 hari, bahkan saya sempat bilang apa itu tidak terlalu lama bu mengingat kondisi istri saya kalau mengingat anaknya selalu menangis terus bahkan memikirkan NA tidak bisa sekolah, dari pihak sekolah sesuai aturan akan memberikan sanksi, baru boleh lapor polisi, ” pungkasnya. ( is )

You might also like