Kompasnews
Bacan timur, Halmahera selatan
Ibadah Natal perdana Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Desa Sayoang berlangsung dengan penuh sukacita dan kehangatan, dihadiri oleh jemaat setempat serta para tokoh masyarakat.
Perayaan ini menjadi momentum penting bagi warga Desa Sayoang karena untuk pertama kalinya ibadah Natal GBI dilaksanakan secara resmi di wilayah tersebut. Suasana ibadah dipenuhi semangat kebersamaan dan rasa syukur atas kasih Tuhan yang mempersatukan keluarga-keluarga di desa itu.
Mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, ibadah Natal ini menekankan pentingnya kehadiran Tuhan dalam kehidupan rumah tangga. Tema tersebut menggambarkan bahwa keselamatan, pertolongan, dan pemulihan sejati bermula dari keluarga yang menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan.

Melalui perayaan ini, jemaat diingatkan bahwa Natal bukan hanya peristiwa kelahiran Kristus, tetapi juga tanda kehadiran Allah dalam setiap pergumulan keluarga.
Dalam penyampaian firman, Pdt. Ridelfi Pudinaung, S.Th, SH, M.Th, menegaskan bahwa keluarga merupakan lembaga pertama yang dibentuk oleh Tuhan dan memiliki peranan penting dalam menjaga nilai-nilai iman serta moralitas generasi.
Beliau menjelaskan bahwa ketika Tuhan hadir dalam keluarga, maka kasih, pengampunan, dan persatuan akan mengalir di tengah-tengah kehidupan rumah tangga. Sebaliknya, keluarga yang jauh dari Tuhan akan mudah mengalami perpecahan dan kehilangan arah.
Pdt. Ridelfi juga mengingatkan jemaat agar menjadikan momen Natal sebagai waktu untuk memperbaharui hubungan antaranggota keluarga. Ia menekankan bahwa banyak permasalahan keluarga—baik pertengkaran, tekanan ekonomi, maupun persoalan sosial—dapat diatasi ketika semua pihak kembali kepada Tuhan dan membangun komunikasi dalam kasih. Menurutnya, kehadiran Allah harus tercermin dalam sikap saling mendukung dan saling menguatkan satu sama lain.
Dalam khotbahnya, beliau menekankan tiga pesan penting: pertama, keluarga harus membangun mezbah doa sebagai dasar hubungan dengan Tuhan. Kedua, orang tua perlu menjadi teladan dalam iman bagi anak-anak. Ketiga, setiap keluarga harus hidup dalam persatuan dan menjaga damai sejahtera yang berasal dari Kristus.
Ketiga pesan ini menjadi pegangan bagi jemaat dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.
Perayaan Natal perdana ini juga dimeriahkan dengan puji-pujian, penampilan anak-anak sekolah minggu, serta doa syafaat bagi keluarga-keluarga di Desa Sayang.
Setiap rangkaian acara berlangsung dengan tertib dan penuh makna, membuat suasana ibadah terasa begitu menyentuh dan membangkitkan harapan baru bagi semua jemaat yang hadir.
Di akhir ibadah, jemaat menyampaikan rasa syukur karena GBI akhirnya dapat hadir dan melayani di Desa Sayang.
Mereka berharap perayaan Natal ini menjadi awal dari kebangkitan rohani dan penguatan iman bagi seluruh keluarga di desa tersebut. Dengan semangat Natal, jemaat bertekad terus menjaga persatuan, menghadirkan kasih Kristus, dan membangun keluarga yang diberkati Tuhan.
Editor : Abubakar, s













