Janji UHC PLUS, Pemda Pasaman Barat Tutup Mata Soal Realisasi. Bung Basit Angkat Bicara!

Daerah
Dilihat 1,497

Pasaman Barat – Kompasnews.co.id
Janji manis Universal Health Coverage (UHC) Plus yang pernah dijual pasangan Yulianto – M. Ihpan saat kontestasi politik 2024 kini semakin terasa hambar. Publik menilai, hingga kini Pemda Pasaman Barat justru lebih memilih diam dan bersembunyi di balik alasan klasik: defisit anggaran.

Padahal, UHC Plus sejatinya bukan sekadar jargon kampanye. Program ini adalah wujud nyata keadilan sosial sebagaimana amanat Pancasila dan UUD 1945, yang menuntut negara hadir dalam menjamin kesehatan warganya, terutama kelompok menengah ke bawah yang mendominasi Pasaman Barat.

Namun faktanya, hingga Rabu, 17 September 2025, janji itu belum juga terealisasi. Kursi empuk kekuasaan tampaknya membuat pemimpin daerah lebih nyaman tenggelam dalam retorika ketimbang menunaikan janji yang sudah menjadi hutang politik.

Bung Basit: “UHC itu Hak, Bukan Sekadar Janji”

Abdul Basit, aktivis pemerhati kebijakan publik, angkat suara lantang menyoroti sikap Pemda yang dinilainya abai terhadap kebutuhan fundamental masyarakat. Menurutnya, penghapusan program UHC membuat fasilitas kesehatan ibarat dongeng yang hanya bisa dinikmati segelintir orang.

“UHC mestinya menjadi prioritas, bukan opsi. Pemerintah daerah tidak bisa terus berlindung di balik kata defisit. Kalau tidak mampu mencari solusi, sebaiknya jangan jadi pemimpin. Karena setiap kebijakan mereka itu penentu hidup-mati masyarakat kecil,” tegas Basit.

Ia menegaskan, pemerintah seharusnya cerdas menggali potensi daerah. Dari perkebunan sawit yang dikuasai puluhan perusahaan, pariwisata, hingga sektor tambang, semua bisa menjadi sumber penguatan PAD. Bahkan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan sawit yang jumlahnya puluhan bisa dialihkan untuk memperkuat pelayanan dasar kesehatan masyarakat.

Kritik Pedas untuk Forkopimda

Basit tak segan menyindir Bupati, Wakil Bupati, dan DPRD Pasaman Barat yang ia anggap hanya berleha-leha di kursi empuk dan rumah dinas, tanpa solusi nyata.

“Pasaman Barat butuh pemimpin yang lugas, cerdas, dan ikhlas bekerja. Bukan pemimpin yang hanya pandai cari muka untuk kontestasi berikutnya. Jangan biarkan rakyat mati pelan-pelan hanya karena kalian gagal berpikir,” sergahnya.

Ancaman Aksi Akbar

Menutup pernyataannya, Basit mengultimatum bahwa jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan mengenai nasib program UHC Plus, dirinya bersama elemen masyarakat akan menggelar aksi akbar secara beruntun ke kantor-kantor Forkopimda.

“Sudah saatnya rakyat bicara lebih keras. Kalau Pemda masih tutup mata, jangan salahkan masyarakat bila turun ke jalan,” pungkasnya.

Redaksi.

You might also like