Kapolri Cicipi Makanan di Dapur Umum, Pastikan Makanan untuk Pengungsi Bergizi

Daerah
Dilihat 248

Kuala Simpang Kompasnews.co.id — Kepedulian Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo terhadap masyarakat terdampak banjir terlihat jelas saat meninjau lokasi pengungsian korban banjir di Aceh Tamiang. Ia mencicipi langsung makanan yang disiapkan di dapur umum Polri untuk memastikan sajian bagi para pengungsi aman, bergizi, dan tersaji dalam jumlah yang memadai, Kamis, 11 Desember 2025.

Tindakan Kapolri ini sekaligus menunjukkan bahwa penanganan bencana bukan hanya tentang pendistribusian bantuan, tetapi juga memastikan kualitas layanan bagi masyarakat.

Setelah mencicipi makanan, Kapolri menyempatkan berinteraksi dengan warga di tenda pengungsian, mendengarkan langsung kebutuhan dan keluhan mereka, mulai dari ketersediaan makanan untuk anak-anak, kebutuhan bayi, hingga layanan kesehatan.

Kehadiran Kapolri di tengah masyarakat memberi rasa nyaman dan menjadi bukti bahwa negara hadir langsung untuk memastikan pelayanan berjalan dengan baik, serta meninjau sarana pendidikan dan masjid terdampak.

Selain memeriksa dapur umum, Kapolri juga meninjau fasilitas pendukung lainnya seperti tenda pengungsian, layanan kesehatan, sanitasi, dan area istirahat. Ia turut melihat pelaksanaan trauma healing bagi anak-anak yang mengalami tekanan psikologis akibat banjir.

“Kapolri meninjau semua fasilitas dan layanan kepolisian bagi korban banjir. Kapolri ingin memastikan seluruh peralatan penunjang tanggap darurat, baik water treatment, mesin air, genset, hingga logistik, berfungsi optimal untuk mendukung pemulihan awal masyarakat,” kata Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, yang ikut mendampingi Kapolri dalam peninjauan tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Kapolri juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak banjir dan mengapresiasi kinerja seluruh personel yang terus berjibaku di lapangan.

Di sisi lain, Kapolda Aceh juga menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat pemulihan pascabencana.

“Kami pastikan perkembangan di lapangan dipantau secara intensif agar masyarakat bisa segera kembali ke rumah dan melanjutkan aktivitas dengan aman,” ujar Irjen Marzuki Ali Basyah. (M.S)

You might also like

‎Ketua Umum AKPERSI Mendesak Presiden Prabowo Subianto Reshuffle Menkomdigi‎‎JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI), Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.ILJ., C.F.L.E, mendesak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk segera melakukan perombakan kabinet (reshuffle), khususnya mencopot Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid.‎‎Desakan tersebut disampaikan menyusul maraknya praktik judi online yang dinilai semakin meresahkan masyarakat dan merusak generasi bangsa, meskipun pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital mengklaim telah memblokir ribuan situs judi daring.‎‎Menurut Rino, klaim pemberantasan judi online tersebut tidak sejalan dengan fakta di lapangan. Ia menilai promosi judi online masih dengan mudah ditemukan di berbagai platform digital, termasuk media sosial, bahkan kerap muncul di portal-portal berita.‎‎“Dikatakan ribuan situs judi online sudah diblokir, tetapi faktanya promosi judi online masih merajalela di berbagai platform digital. Ini menunjukkan bahwa kinerja pemberantasan judi online belum maksimal. Saya menilai Menkomdigi sudah selayaknya di-reshuffle karena tidak mampu bekerja secara efektif,” tegas Rino.‎‎Rino menambahkan, Presiden Prabowo Subianto perlu menunjuk sosok menteri yang memiliki kapasitas dan kompetensi kuat di bidang teknologi informasi, agar mampu mengatasi kejahatan digital secara serius dan sistematis.‎‎Dinilai Abaikan Organisasi Pers‎‎Selain persoalan judi online, AKPERSI juga menyoroti buruknya komunikasi Menkomdigi dengan organisasi pers. Rino menilai adanya kesan tebang pilih dan diskriminasi terhadap organisasi pers, padahal insan pers merupakan corong utama penyampaian informasi pemerintah hingga ke akar rumput.‎‎Rino mengungkapkan bahwa Dewan Pimpinan Pusat AKPERSI telah dua kali melayangkan surat audiensi kepada Menkomdigi untuk berdiskusi terkait masa depan media dan kontribusi pers terhadap pemerintah. Namun, surat tersebut tidak mendapat respons.‎‎Bahkan, AKPERSI telah mengirimkan surat melalui Wakil Presiden Republik Indonesia agar Menkomdigi atau perwakilannya berkenan hadir dan memberikan arahan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) AKPERSI yang dihadiri perwakilan 33 DPD dan 100 DPC se-Indonesia.‎‎“Ironisnya, surat dari Wakil Presiden dengan Nomor: B-36/KSN/SWP/HM.05/11/2025 yang meminta Menkomdigi menerima audiensi AKPERSI dan memberikan dukungan pun tidak diindahkan. Jika arahan Wakil Presiden saja tidak dijalankan, bagaimana perintah Presiden dapat dilaksanakan?” ujar Rino.‎‎Judi Online Telah Menelan Korban‎‎Rino menegaskan, kegagalan komunikasi dan lemahnya penanganan judi online berdampak serius bagi masyarakat. Ia menyebut telah banyak korban yang mengalami depresi hingga kehilangan nyawa akibat jeratan judi online.‎‎Sebagai penguat, ia merujuk pada data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang mencatat nilai transaksi judi online sepanjang tahun 2025 mencapai Rp155 triliun. Angka tersebut dinilai sebagai bukti bahwa jaringan kejahatan digital masih beroperasi secara masif dan terorganisir.‎‎Reshuffle sebagai Langkah Penyelamatan Ruang Digital AKPERSI menegaskan bahwa tuntutan reshuffle ini bukan bentuk intervensi politik, melainkan langkah penyelamatan ruang digital nasional dari kerusakan yang lebih parah. Selain itu, reshuffle dinilai penting untuk membangun kembali harmonisasi komunikasi antara pemerintah dan insan pers, tanpa diskriminasi.‎‎“Insan pers adalah perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Jika komunikasinya tidak berjalan baik, maka kebijakan pemerintah pun tidak akan sampai secara utuh ke publik,” kata Rino.‎‎Ia berharap Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah konkret dan tegas demi menyelamatkan Ruang Digital Nasional serta melindungi generasi bangsa dari bahaya judi online.‎‎Rilis DPP AKPERSI‎