Kejahatan Narkoba Sulit Di Basmi Sepenuhnya dan Sulit Di Brantas Habis.

Daerah
Dilihat 326

Kompasnews I Langkat
Kejahatan narkoba terus menjadi salah satu permasalahan terbesar yang dihadapi Indonesia terkhususnya di Provinsi Sumatra Utara khususnya di Kabupaten Langkat.

Dilansir dari Badan Narkotika Nasional (BNN-RI) mencatat bahwa pemberantasan narkoba semakin sulit karena jaringan distribusi yang kian canggih, keterlibatan sindikat internasional, hingga peredaran yang menyusup ke berbagai kalangan masyarakat.

Menurut data yang dirilis oleh BNN-RI, jumlah kasus narkoba meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelumya, kepala BNN RI Marthinus Hukom, menyebut bahwa meskipun berbagai operasi besar dilakukan, masih ada tantangan yang membuat kejahatan narkoba sulit untuk dibasmi sepenuhnya.

“Perang melawan narkoba tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat. Para bandar narkoba atau gembong narkoba terus memperbarui modus operandi mereka, menggunakan teknologi canggih, dan bahkan menjadikan anak-anak serta remaja sebagai kurir,” kata BNN-RI.

Salah satu penyebab utama sulitnya pemberantasan narkoba adalah keterlibatan jaringan internasional yang terorganisir dengan baik dan rapi gerak-geriknya.

Untuk itu, BNN-RI dan BNNP Sumatra Utara dan BNNK Langkat menyebut, sindikat narkoba mampu memanfaatkan kelemahan pengawasan di perbatasan dan area pelabuhan untuk menyelundupkan barang haram ke Indonesia khususnya di Provinsi dan merebak masuk ke Kecamatan.

Jaringan peredaran narkoab ini tidak hanya menyasar kota-kota besar, tetapi juga mulai merambah ke daerah-daerah terpencil setiap dusun dan dan lingkungan sekitar.

Perlu ada kesadaran nasional, bahwa dampak narkoba sangat Destruktif bagi generasi penerus.

Kita berharap kepada aparat terkait, terus juga tengah meningkatkan kerja sama dengan instansi internasional untuk mempersempit ruang gerak para pelaku bandar atau gembong besar narkoba.

Meski begitu, BNN-RI dan BNNP Sumatra Utara dan BNNK Langkat terus melakukan berbagai upaya mulai dari penindakan, pencegahan, hingga rehabilitasi bagi pengguna narkoba.

Program Rehabilitasi yang ditawarkan BNNP Sumatra Utara (Sumut) dan BNNK Langkat di berbagai daerah telah menunjukkan dampak positif, namun masih perlu dorongan yang lebih kuat dari masyarakat dan pemerintah daerah setempat.

“Untuk itu, pihak terkait tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga rehabilitasi. Pengguna narkoba adalah korban yang harus diselamatkan, sementara bandar kelas kakap atau gembong adalah musuh utama yang harus ditindak tegas ditangkap diproses sesuai hukum yang berlaku ,” pungkas Safril SH.

Safril SH berharap BNNP Sumatra Utara melalui BNNK Langkat dan juga sertamerta menekankan pentingnya Edukasi sejak dini kepada anak-anak dan remaja tentang bahaya narkoba.

Lanjut ia, berharap masyarakat dapat lebih aktif berperan dalam melaporkan kegiatan yang mencurigakan di lingkungannya sebagai upaya pencegahan dan penindakan dalam peredaran Narkoba baik dari tingkat pengedar kelas teri hingga ke tingkat bandar narkoba kelas kakap atau gembong narkoba.

(Lkt-1)

You might also like