Kompasnews
Halmahera Selatan — Bentrokan antara suporter Babang FC dan Kupal FC dalam laga Bupati Cup 2025 masih menyisakan luka dan keresahan di tengah masyarakat. Kini, keluarga korban yang terluka dalam insiden tersebut mendesak Polres Halmahera Selatan (Halsel) segera menangkap dalang atau otak di balik kericuhan yang sempat viral di media sosial.
Kericuhan terjadi usai pertandingan antara dua tim asal Kecamatan Bacan Timur itu berlangsung memanas. Suasana di tribun GBK, penonton berubah ricuh setelah adu mulut antar suporter berujung pada aksi saling lempar batu dan kejar-kejaran di sekitar lapangan. Beberapa video amatir memperlihatkan suasana panik warga yang berusaha menyelamatkan diri dari serangan kelompok suporter yang tidak terkendali.
Video dan foto bentrokan tersebut menyebar cepat di berbagai platform media sosial, memicu beragam reaksi warganet.
Banyak pihak menyayangkan lemahnya pengamanan pertandingan yang menyebabkan situasi tak terkendali hingga menimbulkan korban luka di kedua kubu. Keluarga korban pun menilai peristiwa ini tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban hukum.
“Kami hanya ingin keadilan ditegakkan. Polisi harus segera tangkap siapa otak dari bentrok itu,” ungkap salah satu keluarga korban dalam unggahan yang beredar di media sosial. Mereka menduga ada provokator utama yang memicu kericuhan dan menuntut aparat kepolisian untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu.
Menanggapi hal tersebut, pihak Polres Halmahera Selatan dikabarkan telah melakukan penyelidikan dan imemeriksa sejumlah saksi. Aparat juga mengamankan beberapa barang bukti dari lokasi kejadian, termasuk batu dan balok ? yang digunakan dalam aksi bentrok. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait siapa dalang utama dalam peristiwa itu, dan dilaporkan satu unit dump truk mengalami pecah kaca depan dan rusak untuk depan.
Tokoh masyarakat Bacan Timur turut menyayangkan insiden tersebut dan meminta kedua kubu untuk menahan diri. Ia berharap proses hukum berjalan transparan serta menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak mudah terprovokasi dalam kegiatan olahraga. “Sepak bola harusnya jadi ajang persaudaraan, bukan permusuhan,” tegasnya.
Keluarga korban menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka berharap Polres Halsel dapat segera mengumumkan hasil penyelidikan dan menangkap pihak yang terbukti menjadi otak bentrokan, agar situasi di Babang dan Kupal kembali kondusif dan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum tetap terjaga.
Editor :Abubakar, s













