Lampung Timur – Kompasnews.co.id
Bau menyengat Intervensi kekuasaan terendus dari elemen birokrasi Lampung timur.
Sosok berinisial MF, yang disebut-sebut sebagai tangan kanan penguasa, diduga memainkan peran di balik layar dalam mengatur ritme pelaksanaan dan perencanaan proyek di dinas terkait.
Khabar terkait peran MF rupanya bukan isapan jempol belaka, Syam lero, Ketua Pembina LSM Naga Hitam Provinsi Lampung saat ditemui di kantornya (Sabtu (02/08) mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak keluhan dari dinas terkait yang merasa kebijakan teknisnya dikendalikan oleh figur non-struktural. bahkan bukan hanya internal birokrasi, kontraktor lokal pun merasa terpinggirkan dalam proses pelaksanaan proyek.

“Dinas terkait mengeluh karena intervensi itu sangat kentara, mereka tidak leluasa merancang program kerja, bahkan dalam pelaksanaan proyek pun harus tunduk pada arahan figgur yang bukan bidangnya”.
Ketika kami dari Naga Hitam berbincang dengan kontraktor lokal, keluhannya serupa. Mereka merasa kehilangan ruang berusaha di kampung sendiri, ujar Syam lero.
Berdasarkam hasil investigasi dan informasi yang dihimpunoleh tim Naga Hitam menunjukkan, sejumlah paket proyek strategis, nama-nama kontraktor yang tercantum dalam papan informasi berasal dari luar wilayah Lampung timur mulai di munculkan oleh pihak orangnkuat tersebut.
Tentu saja fenomena ini dapat di kategorikan sebagai bentuk pelemahan peran pelaku usaha lokal, yang bertentangan dengan semangat Pemerintah Daerah dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Kami menduga, langkah memberdayakan rekanan dari luar daerah ini tidak murni soal kualitas atau kapasitas namun ada indikasi kuat bahwa pengkondisian ini berkaitan dengan praktik setoran 20 persen, yang kerap menjadi penyakit kronis dalam proyek-proyek Pemerintah,
Pihak Naga Hitam menilai, jika praktik intervensi ini dibiarkan, maka bukan hanya iklim usaha yang rusak, namun kredibilitas Pemerintah daerah juga akan tergerus.
Tentunya kualitas pembangunan juga terancam, mengingat proyek yang berjalan dengan pola setoran kerap berujung pada pekerjaan asal jadi.
“Kami mengingatkan, jangan sampai Lampung timur menjadi kelinci percobaan oleh oknum suruhan orang kuat”.
Terakhir Syam lero mengatakan Pemerintahan yang sehat adalah pemerintahan yang menjaga marwah birokrasi dan membuka ruang kompetisi yang adil bagi pelaku usaha lokal, pungkasnya (TIM)













