Petani Pota Keluhkan Selokan Putus, Sudah Bertahun-tahun Pemerintah Apatis

Daerah
Dilihat 1,072

Pota-Matim, Kompasnews.co.id- Bagaimana nasib petani padi kelurahan Pota kalau irigasi/selokan untuk mengairi sawah mereka terputus? Putusnya selokan di persawahan Pota mengakibatkan para petani sulit mendapatkan air untuk aliran ke sawah mereka.

Menurut pengakuan petani disekitar selokan yang putus tersebut, hal ini sudah terjadi beberapa tahun lalu, dan puncaknya sekitar awal tahun 2020.

“Ya. Ini sudah lama Pak, sekitar tahun 2020. Akan tetapi, pemerintah sepertinya tutup mata dengan keluhan petani,” keluh seorang Petani. Minggu, 30/06/2024.

Mengatasi kesulitan mengairi sawahnya, beberapa petani Pota berinisiatif secara mandiri pernah membuat selokan sementara dan mengabaikan selokan yang rusak.

Adapun petani yang menjadi korban sawah mereka selalu dikikis oleh air sungai adalah Abdul Majid, Abdullah Daeng Manda, Alm. H. Ahmad Dunggu.

Menurut pantauan media ini, Pada tahun 2020 dua orang petani Pota bernama Muhammad Hidir dan Muhdar menyerahkan tanah miliknya untuk dijadikan selokan sementara. Tetapi, itu tidak memberikan solusi karena tidak adanya pemerataan disebabkan karena volume air yang kecil sehingga sawah-sawah yang jauh tidak mendapatkan air dan tidak bisa menanam padi.

Sementara itu, di tahun 2024 ini salah satu dari petani tersebut kepada media ini, mempertimbangkan tidak akan melanjutkan lagi tanah miliknya untuk dialiri air karena dia merasa dirugikan karena luapan air yang masuk kesawahnya terlalu besar sehingga padinya tidak tumbuh dengan baik.

Berdasarkan hal tersebut, banyak petani yang khawatir kalau musim tanam padi mereka takut akan adanya gagal panen karena kendala aliran air. Sementara, selokan awal sudah mengalami kerusakan yang sangat parah.

Menanggapi keluhan Petani Pota tersebut, Rufaidah, S.H., M.H angkat bicara menyampaikan komentarnya agar pemerintah bisa memperbaiki selokan yang rusak. karena nasip petani padi bergantung pada selokan tersebut.

“Jika pemerintah tidak memperbaiki selokan putus tersebut dan mengabaikan nasib petani padi maka kelaparan akan menghampiri masyarakat Pota. Apalagi, hari ini jalur selokan tersebut sangat parah, sudah menjadi aliran sungai saat banjir bandang datang. Melahap semua area sawah milik petani Pota, “tandasnya melalui pesan via whatsapp. Senin, 01/07/2024.

You might also like