PH Minta Polisi Harus Serius Mencari Dan Mengusut Tuntas Para Eksekutor Pelemparan Bom Molotov Di Kediaman Wartawan DiLangkat.

Daerah
Dilihat 245

Kompasnews.co.id I Langkat
Praktisi hukum di Stabat, Safril SH, meminta Kepolisian Daerah atau Polda Sumatra Utara dan Polres Langkat dengan serius mencari dan mengusut secara tuntas dan mengungkap para pelaku kekerasan yang meneror dan mengintimidasi pers atau jurnalis di Sumatra Utara terkhusus di Kabupaten Langkat.

Dalam hal kasus serangan bom molotov kediaman wartawan Kompas News.co.id Joko Purnomo kepolisian harus berani dan bekerja dengan hati nurani untuk mengungkapnya.

Dan tidak ada terkesan melindungi, memback’up para pelaku kejahatan eksekutor dan aktor intelekaktualnya dibalik pelemparan bom molotov dikediaman Joko Purnomo.

“Wartawan yang mendapatkan intimidasi dan teror harus mendapatkan perlindungan hukum penuh dan polisi dapat memberi kepercayaan publik kepada masyarakat terkhusus kepada korban untuk dapat mengungkap para pelaku baik eksekutor dan aktor intlek aktualnya yang kini menimpa korban Joko Purnomo.

Kasus bom molotov dikediaman wartawan Kompas news.co.id adalah kesempatan polisi Polres Langkat dan Polsek Pangakalan Brandan buat menunjukkan bahwa mereka juga bisa bekerja serius buat melindungi kebebasan pers di Sumatra Utara terkhusus di Kabupaten Langkat,” kata Joko Purnomo kepada Kompasnews.co.id Sabtu (31/5/2025).

Safril SH mengatakan bahwa peristiwa ini mendesak karena rendahnya kepercayaan publik di Sumut dan Kabupaten Langkat terhadap polisi dalam menuntaskan kasus bom Molotov.

Menurutnya sudah jadi rahasia umum bahwa penanganan yang serius dari pihak kepolisian rendah sekali, apalagi menyangkut kasus teror dan intimidasi terhadap wartawan atau pers.

Praktisi hukum di Stabat, Safril SH, meminta Kepolisian Republik Indonesia, termasuk Kepolisian Daerah atau Polda Sumatra Utara Polres Langkat dengan serius mencari dan mengusut secara tuntas dan mengungkap para pelaku kekerasan yang meneror dan mengintimidasi pers dan jurnalis di Sumatra Utara terkhusus di Kabupaten Langkat.

Dalam hal kasus serangan bom molotov kediaman wartawan Kompasnews.co.id kepolisian harus berani dan bekerja dengan hati nurani untuk mengungkapnya.

“Wartawan yang mendapatkan intimidasi dan teror harus mendapatkan perlindungan hukum penuh dan dapat memberi kepercayaan polri masyarakat terkhusus kepada korban untuk dapat mengungkap para pelaku baik eksekutor dan aktor intlek aktualnya yang kini menimpa korban Joko Purnomo.

Kasus bom molotov dikediaman wartawan Kompasnews.co.id adalah kesempatan polisi Polres Langkat dan Polsek Pangakalan Brandan buat menunjukkan bahwa mereka juga bisa bekerja serius buat melindungi kebebasan pers di Sumatra Utara terkhusus di Kabupaten Langkat,” kata Joko Purnomo kepada Kompasnews.co.id Sabtu (31/5/2025).

Safril SH mengatakan bahwa peristiwa ini mendesak karena rendahnya atau minim kepercayaan publik di Sumut dan Kabupaten Langkat terhadap polisi dalam menuntaskan kasus bom Molotov.

Menurutnya sudah jadi rahasia umum bahwa penanganan yang serius dari pihak kepolisian rendah sekali, apalagi menyangkut kasus teror dan intimidasi terhadap wartawan atau pers.

Praktisi hukum di Stabat, Safril SH, meminta Kepolisian Republik Indonesia, termasuk Kepolisian Daerah atau Polda Sumatra Utara Polres Langkat dengan serius mencari dan mengusut secara tuntas dan mengungkap para pelaku kekerasan yang meneror dan mengintimidasi pers dan jurnalis di Sumatra Utara terkhusus di Kabupaten Langkat.

Dalam hal kasus serangan bom molotov kediaman wartawan Kompas News.co.id kepolisian harus berani dan bekerja dengan hati nurani untuk mengungkapnya.

“Wartawan yang mendapatkan intimidasi dan teror harus mendapatkan perlindungan hukum penuh dan dapat memberi kepercayaan polri masyarakat terkhusus kepada korban untuk dapat mengungkap para pelaku baik eksekutor dan aktor intlek aktualnya yang kini menimpa korban Joko Purnomo.

Kasus bom molotov dikediaman wartawan Kompas news.co.id adalah kesempatan polisi Polres Langkat dan Polsek Pangakalan Brandan buat menunjukkan bahwa mereka juga bisa bekerja serius buat melindungi kebebasan pers di Sumatra Utara terkhusus di Kabupaten Langkat,” kata Joko Purnomo kepada Kompasnews.co.id Sabtu (31/5/2025).

Safril SH mengatakan bahwa peristiwa ini mendesak karena rendahnya kepercayaan publik di Sumut dan Kabupaten Langkat terhadap polisi dalam menuntaskan kasus bom Molotov.

Menurutnya sudah jadi rahasia umum bahwa penanganan yang serius dari pihak kepolisian rendah sekali, apalagi menyangkut kasus intimidasi terhadap wartawan atau pers.

Praktisi hukum di Stabat, Safril SH, meminta Kepolisian Republik Indonesia, termasuk Kepolisian Daerah atau Polda Sumatra Utara Polres Langkat dengan serius mencari dan mengusut secara tuntas dan mengungkap para pelaku kekerasan yang meneror dan mengintimidasi pers dan jurnalis di Sumatra Utara terkhusus di Kabupaten Langkat.

Dalam hal kasus serangan bom molotov kediaman wartawan Kompas News.co.id kepolisian harus berani dan bekerja dengan hati nurani untuk mengungkapnya.

“Wartawan yangw mendapatkan intimidasi dan teror harus mendapatkan perlindungan hukum penuh dan dapat memberi kepercayaan polri masyarakat terkhusus kepada korban untuk dapat mengungkap para pelaku baik eksekutor dan aktor intlek aktualnya yang kini menimpa korban Joko Purnomo.

Kasus bom molotov dikediaman wartawan Kompas news.co.id adalah kesempatan polisi Polres Langkat dan Polsek Pangakalan Brandan buat menunjukkan bahwa mereka juga bisa bekerja serius buat melindungi kebebasan pers di Sumatra Utara terkhusus di Kabupaten Langkat,” kata Joko Purnomo kepada Kompasnews.co.id Sabtu (31/5/2025).

Safril SH mengatakan bahwa peristiwa ini mendesak karena rendahnya atau minim kepercayaan publik di Sumut dan Kabupaten Langkat terhadap polisi dalam menuntaskan kasus bom Molotov.

Tegas ia mengatakan bahwa peristiwa ini mendesak karena rendahnya kepercayaan publik di Polres Langkat terhadap polisi dalam menuntaskan kasus.

Menurutnya sudah jadi rahasia umum bahwa penanganan yang serius dari pihak kepolisian rendah sekali, apalagi menyangkut kasus teror dan intimidasi terhadap wartawan atau pers.

Bahkan intimidasi terhadap jurnalis atau pers bila mereka menunjukkan keberanian dan kritis dalam kerja mereka dalam investigasi peredaran narkoba terus dipersulit oleh para bandar atau gembong (kartel-red) narkoba terkhusus jenis sabu-sabu dan obat-obatan terlarang terdapat di wilayah hukum Polres Langkat dan Mapolsek Pangkalan Brandan.

Menurut Safril SH jika dilihat kediaman korban dari peristiwa itu maka orangnya sudah merencanakan secara baik.

Karena kalau dia sekedar melintas lalu lempar bom molotov maka mestinya tidak mungkin terjadi dan tidak tepat di kaca kamar utama dan anaknya, tapi ini sudah direncanakan secara baik dan matang yang sasaran utamanya kediaman wartawan Kompasnews.co.id Joko Purnomo.

Bahkan intimidasi terhadap jurnalis atau pers bila mereka menunjukkan keberanian dan kritis dalam kerja mereka dalam investigasi peredaran narkoba terus dipersulit oleh paraee bandar atau gembong (kartel-red) narkoba terkhusus jenis sabu-sabu dane obat-obatan terlarang terdapat di wilayah hukum Polres Langkat dan Mapolsek Pangkalan Brandan.

Menurut Safril SH jika dilihat kediaman korban dari peristiwa itu maka orangnya pelaku eksekutornya sudah merencanakan secara baik.

Karena kalau dia sekedar melintas lalu lempar bom molotov maka mestinya tidak mungkin terjadi dan tidak tepat sasarnya di kaca kamar utama dan anaknya, tapi ini sudah direncanakan secara baik dan matang yang sasaran utamanya kediaman wartawan Kompasn

ews.co.id Joko Purnomo.

“Ini sudah direncanakan secara baik jadi ini bukan spontanitas,” tegas Safril SH. (Lkt-1)

You might also like