Rakyat Terluka Rakyat Berduka Para Gus Muda Akan Panjatkan Doa Serentak Untuk Keselamatan Bangsa Di Beberapa Pesantren Di Lampung.

Daerah
Dilihat 731

Lampung Tengah – Kompasnews.co.id
Ditemui di angkringan Ndalem KH.Hisyamudin atau yang akrab disapa Gus Hisyam Pengasuh Pondok Pesantren Darussadah Kabupaten Lampung Tengah menegaskan, bahwa nyawa rakyat tidak boleh di ambil secara paksa, bukankah aparat penegak hukum ada untuk melindungi, mengayomi bukan menakut-nakuti.

Kekerasan yang merenggut korban jiwa harus menjadi alarm keras agar pendekatan yang di gaungkan oleh aparat keamanan harus segera dievaluasi, menurutnya Negara kuat bukanlah Negara yang represif, dan menghalalkan berbagai macam cara melainkan yang mampu menghadirkan rasa humanisme, berkeadilan, dan menjunjung tinggi serta menghormati Hak Asasi Manusia.

Tragedi iyang terjadi hingga menimbulkan korban jiwa ni memang menambah daftar kelam penanganan aparat dalam upayanya menghalau massa, namun meskipun demikian hal ini bisa menjadi momentum kebangkitan seluruh unsur yang tengah berseteru.

“Yang jelas ini adalah momentum untuk memperbaiki hubungan rakyat dengan aparat”, momentum untuk menghadirkan regulasi yang lebih adil, dan momentum untuk memperkuat persatuan bangsa, papar Gus Hisyam.

Kami, para Gus muda, percaya bahwa jalan keluar konflik hanya bisa ditempuh dengan keadilan, kemanusiaan, dan musyawarah. Semoga bangsa ini tidak berhenti belajar dari luka, dan semakin kokoh berdiri di atas nilai-nilai kemanusiaan.

Kami para gus gus akan mendoaakan secara husus serentak di beberapa Pondok Pesantren di seluruh Propinsi Lampung, (AHMAD)

Gus hisyam pimpinan pon pes darussaadah lampung tengah.

You might also like