Kompasnews.co.id- Telah terjadi di dalam dunia pendidikan, seperti dalam daerah tertinggal, siswa dan siswi belajar yang menggunakan dari pasilitas masyarakat, atau terjadinya dalam ngajar mengajar di rumah penduduk, yang terdapat di lokasi dari sekolah.
Yang mana ini terjadi di salah satu sekolah, yang terdapat di salah satu di kecamatan yang ada di kabupaten batu bara. Rabu 11/09/2024.
Dari salah satu awak media Kompasnews.co.id, yang saat melintasi dari daerah kantor dinas pendidikan kabupaten batu bara, menemukan dari sekolah yang beraktivitas ngajar mengajarnya di rumah warga.
Dar awak media yang sempat mengkompirmasi dari kepala sekolah nya, yang mengatakan, “kami telah minta ijin dari dinas, dinas pun telah mengetahui semua itu, pak “.

“Yang mana, pada saat ini kami mendapatkan perehapan ruang kelas, ada beberapa kelas, juga mendapatkan ruang kelas baru, juga mendapatkan perehapan perpustakaan juga, sehingga habis ruang kelas kami di rehap juga pak”, jelas kepala sekolah kepada awak media Kompasnews.co.id.
Dari awak media yang sempat mengkompirmasi dari salah satu Kabid SD yang ada di dinas pendidikan kabupaten batu bara, yang juga mengatakan, “sudah jumpa dengan kepala sekolah nya pak”, ujar nya.
Yang mana Rehabilitasi Ruang Kelas UPTD SD Negeri 06 Perupuk, dengan nomor kontrak 2649676/PPK/SP/Tender/2024, pada tanggal kontrak 15 Juli 2024, juga nilai kontrak sebesar Rp 613.097.500,00, dengan pelaksana CV Hardika Mandiri Utama, dengan lama pelaksanaan kegiatan selama 90 Hari kalender, dari sumber dana DAK, tanpa dari konsultan pengawas.
Juga pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dengan sekolah yang sama, nomor kontrak 2644676/PPK/SP/Tender/2024. Tanggal kontrak 15 Juli 2024, nilai kontrak sebesar Rp 586.644.601,00, dengan pelaksana CV Putra Maju Mandiri, lama pelaksanaan kegiatan 90 hari Kalender, dengan sumber dana DAK.
Semua ruang yang di rehab sebanyak 6 ruangan, dan RKB sebanyak 3 kelas, juga rehap perpus juga kamar mandi dan WC yang tanpa di temukan dari papan plank proyek, saat di kompirmasi dari pekerja, siapa pengawasnya, dengan jawaban “kami tak tau, kami hanya pekerja saja”.
Sejauh dari berita ini ditayangkan, dari pihak pengawas pembangunan tidak dapat untuk di hubungi, banyak bangunan yang di ketemui, dugaan banyak nya kurang dari pengawasan. (Al 70)












