BENGKULU SELATAN
KOMPASNEWS CO.ID
Proyek jalan Padang Jawi-Matai-Palak Siring di tanjakan Padang Tinggi desa Padang Jawi tidak memakai drainase membuat jalan semberaut di penuhi sampah dari atas karena terbawah arus air yang besar dan deras pada saat musim hujan tiba.
Toko Pemuda Desa Padang Jawi menyayangkan tidak dibuatkan Drainase di tanjakan Padang Tinggi. Pasalnya, air yang harusnya mengalir melalui Drainase yang dibuat tapi karena tidak dibuat malah mengalir ke badan jalan dan bisa membuat kecelakaan pada pengendara yang lewat waktu musim hujan tiba, karena arus air sangat deras dan besar dari atas mengingat tanjakan cukup tajam. ia menilai pengerjaannya terkesan asal jadi.

“Saya melihat pekerjaan proyek jalan yang dikerjakan PT. Belibis Raya Grup dengan tidak membuatkan saluran drainase pada tanjakan Padang Tinggi bisa saya pastikan akan membuat kecelakaan pengendara yang melewati jalan ini karena deras dan besarnya aliran air mengalir sampai ke bawah. Beberapa Minggu yang lalu sudah ada contoh bahu jalan yang baru dibuat di bawah arus air dan merusak bahu jalan Padahal ini proyek negara, tapi pekerjaannya sangat tidak rapi, terkesan asal-asalan,” ujarnya Rita Kamis (23/1/02/24).
Rita menyampaikan, secara kasat mata pekerjaan itu sangat tidak enak dipandang. Mengindikasikan kalau ada yang tidak beres dalam pengerjaannya dan dimungkinkan lari dari perencanaan semula.
“Kita minta instansi terkait dan pengawasan terhadap pekerjaan itu benar-benar dilaksanakan secara maksimal. Jangan hanya melihat sepintas, tapi sampai proses pekerjaan itu berjalan baik,” harap Rita
Sementara pihak kontraktor PT. Belibis Raya Grup dengan direktur Iin Setiawan, PPK balai Miswan Dan Kasatker Aldiansyah wilayah 2.3 BPJN Bengkulu saat dikonfirmasi melalui WhatsApp telah lama memblokir nomor kontak wartawan media online kompasnew.co.id seakan tutup mata dan telinga dengan kejadian dan keluhan warga desa.
Kepada aparat penegak hukum (APH), juga meminta agar pekerjaan tersebut diawasi. APH perlu juga mempertanyakan dan menegur jika ada kegiatan-kegiatan ada yang tidak sesuai.
“Jangan sampai pekerjaan sudah selesai, lalu ada yang tidak beres, baru dilakukan pembinaan,” selorohnya.
Ia juga meminta pelaksana pekerjaan drainase di jalan nasional tersebut tidak menyimpan material proyek sembarangan. Jangan menumpuk material di parit atau drainase yang sudah dibuat. Dan dititik lokasi yang menimbulkan genangan cukup banyak harusnya dibuatkan salurannya karena banyak kebun warga yang terendam akibat tidak dibuatkannya gorong-gorong agar air dapat melintasi badan jalan.
“Kalau musim hujan ya saluran drainase tidak dibuat ini mengakibatkan air tersumbat, air meluap kemudian menimbulkan genangan di perkebunan milik warga. Jadi tolong diperhatikan juga masalah ini,” Tegas Rita.
(Tanto JKD)













