Pasaman_kompasnews.co.id.
Jurnalis senior Yunzar Lubis, maju sebagai calon anggota DPRD Kabupaten Pasaman dari daerah pemilihan 2. Maju dicalonkan oleh Partai Demokrat, dengan nomor urut 7.
Yunzar Lubis lahir di Batangkundur, pada 31 Januari 1959. Meski sudah berumur 65 tahun, tapi masih tetap energik. “Alhamdulillah, kesehatan masih prima”, katanya, ketika ditanya soal kesehatannya.
Dijelaskannya, SD tamat 1971 di SD Negeri Batangkundur; SMP Negeri Talua, tamat tahun 1974; tamat SMA Negeri Lubuk Sikaping, tahun 1977; dan Diploma III Matematika IKIP Padang ( sekarang: UNP) tahun 1983. Melanglangbuana sebagai jurnalis, sejak 1983.

Jadi Guru Tidak Tetap SMA Negeri Ujunggading, bidang study Matematika ( 1984 – 1986 ). Kembali kedunia jurnalis, sampai 2008. Sejak 2008 – 2013, menjabat sebagai ketua KPU Pasaman. Tahun 2014sampai 2016, menjabat sebagai ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pasaman.
Ketika ditanya, apa yang memotivasinya maju sekarang, mengapa tidak pada pemilu tahun 2014 atau pemilu tahun 2019, Yunzar Lubis menjelaskan, karena hutang jiwa melihat keadaan Dua Koto.
Menurutnya, Dua Koto hanya bisa dibangun dengan kekuatan politik. Sumber daya alamnya tidak menjanjikan. Tanpa kekuatan politik, Dua Koto akan semakin tertinggal.
Sementara, katanya, kekuatan politik itu, hanya bisa dibangun dengan jaringan, integritas tinggi, dan fokus. Perlu kematangan, kepedulian dan keberanian. Bukan diam saja !.

Dikatakannya lagi, bengkalai akses urat nadi ekonomi Dua Koto, dan terbenamnya sektor lain dari sentuhan pemerintah, menjadi bukti tidak munculnya kekuatan politik yang ada ditangan anggota DPRD Kabupaten Pasaman dapil 2.
“Saya akan suarakan itu melalui lobby, negosiasi, adu argumentasi. Kalau perlu, perang !”, ucapnya. “Tentu, bukan perang pisik”, tutupnya.
(Oloan Harahap)













