Kompasnews.co.id I Langkat
Tak Ada Kompromi, Kapolri Siap “Sikat” Aksi Premanisme Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh program pemerintah.
Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengatakan akan gencar memberantas aksi premanisme di masyarakat.
Hal ini disampaikan Kapolri usai buka Rakernis Baharkam dan Korbrimob Polri 2025 di Jakarta Selatan pada Kamis (15/5/2025). Kapolri berkomitmen untuk memberantas aksi premanisme, dengan mengencarkan Operasi Pekat di seluruh wilayah Indonesia.
Program itu di sambut polres Langkat kembali menunjukkan respons cepatnya terhadap tindak kriminal yang meresahkan masyarakat.
AS (63) warga Desa Bukit Pelita, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, diamankan oleh pihak kepolisian setelah diduga melakukan aksi pengerusakan terhadap satu kendaraan yang tengah melintas di sekitar area Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Origama, Besitang.
Peristiwa itu bukan hanya menyebabkan kerugian materi, tapi juga menimbulkan keresahan bagi pengendara lain yang melintas di jalur tersebut.
Tindakan pemecahan kaca mobil, sekecil apapun motifnya, tidak dapat dibenarkan dan tindakan kriminal diproses secara hukum agar tidak menjadi contoh buruk di tengah masyarakat.
Sebelumnya, pihak Opsnal mapolsek Besitang telah berhasil amankan pelaku, Kamis (16/5/25).
Setelah berhasil dibekuk pelaku, AS langsung digiring ke Polres Langkat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Akibat dampak perbuatanya, kini pelaku harus pertanggung
jawabkan atas perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo melalui Kasi Humas AKP Rajendra Kusuma menyampaikan bahwa penegakan hukum terhadap tindakan seperti ini adalah bagian dari komitmen Polres Langkat menjaga ketertiban dan rasa aman bagi masyarakat.
“Tidak ada ruang untuk tindakan anarkis di jalanan. Keamanan adalah hak semua warga, dan siapapun yang mengganggu hal itu akan kami tindak tegas,” ujar Kasi Humas.
Penanganan ini menjadi pesan penting: bahwa keamanan bukan hanya dijaga dengan kehadiran aparat, tetapi juga ditegakkan lewat kepastian hukum. “Karena jalan yang aman adalah milik semua, dan tidak boleh dicederai oleh satu tangan yang tak bertanggung jawab,” pungkas mantan Waka Polsek P.Susu kepada Kompasnews.co.id.
(Lkt-1)













