Lampung Timur – Kompasnews.co.id
Seorang Koordinator KPM yang akrab dipanggil Uun asal dusun 3 desa Giri klopo Mulyo Kecamatan Sekampung Kabupaten timur, angkat bicara soal pungutan sebesar sepuluh ribu rupiah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), soal program bansos beras seberat 20 kg yang di bagikan pada Kamis (31/07)
Menurutnya dana hasil dari pungutan yang dilakukan nya dipergunakan untuk konsumsi di balai desa dan biaya buruh bongkar beras dari kendaraan pengangkut.
” Masalah pungutan itu semua bukan hanya disini saja dan itu adalah perintah dari Bu Naning”, Kepala urusan Kesejahteraan rakyat (Kaur Kesra).ujarnya.
Mendapati istrinya di konfirmasi, Jais suami Uun datang dari dalam dengan suara keras dan cenderung melecehkan Kompasnews.co.id dirinya menuduh wartawan hendak mencari-cari sembari berkata “wartawan apa kamu sekolah aja nggak”

Merasa situasi memanas dan takut ada tindakan anarkis dari Jais kompasnews berpamitan.
Selanjutnya Kompasnews menemui Naning untuk mendapatkan keterangan, namun yang bersangkutan menjawab bahwa tidak tahu menahu tentang pungutan itu dan tidak pernah memerintahkan koordinator di setiap dusunya untuk melakukan pungutan.
Sebelumnya beberapa warga penerima program KPM berinisial, K, L, dan D memberikan informasi terkait pungutan sebesar sepuluh ribu rupiah yang dilakukan oleh Uun, mereka menitipkan pesan kepada Kompasnews untuk mempertanyakan kepada pihak koordinator KPM perihal pungutan bansos beras yang mereka terima apakah ada aturan nya.
“Kami sangat keberatan akan adanya pungutan tersebut karena kami orang yang tidak mampu”, papar ketiganya.
Demi mendapatkan kejelasan tentang perihal pungli di desa, kompasnews mendatangi kantor kepala desa Jumat (01/08) namun sang Kades tidak ada di kantor, begitu juga saat disambangi dikediaman nya tidak berada di tempat.
Dilain tempat ,Antoni Figo, S.Sos seorang pemerhati sosial dan prilaku masyarakat asal Lampung timur menyayangkan tindakan pungli yang dilakukan oleh Uun, menurutnya hal tersebut sangat memberatkan masyarakat,,”saya akan laporkan kejadian ini kepihak berwajib”, pungkasnya (Batik)













