KOMPAS NEWS CO. ID
Gane barat – Halmahera selatan,
Kegiatan tersebut digelar pada Selasa, 6 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIT hingga 11.00 WIT. Razia dilakukan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif menjelang bulan puasa.
Operasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Gane Barat, IPDA Ruslan Anwar, bersama sejumlah personel yang terlibat dalam tim pemberantasan miras. Kegiatan ini menyasar lokasi yang diduga menjadi tempat produksi dan penyulingan miras tradisional jenis cap tikus.

Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain AIPDA Munawir Adam, BRIPKA Ridwan Papalia, AIPDA Saifudin M Duwila, BRIPTU Rusli Jais, BRIPTU M. Yusup Supardi, serta BRIPTU Rifaldi S. Tanisang.
Dalam pelaksanaan razia, tim menggunakan empat unit kendaraan roda dua (R2) sebagai sarana mobilitas menuju lokasi yang cukup terpencil. Petugas juga dilengkapi satu pucuk senjata api jenis V2 Sabhara dengan 20 butir amunisi tajam untuk mendukung pengamanan selama kegiatan berlangsung.
Saat tiba di lokasi, petugas menemukan satu drum tungku penyulingan yang masih berisi bahan baku mentah (saguer) sekitar 30 liter. Selain itu, ditemukan pula tiga jerigen berkapasitas 25 liter yang berisi bahan baku saguer kurang lebih 50 liter.
Dari hasil penyisiran tersebut, total bahan baku mentah yang berhasil diamankan mencapai sekitar 80 liter. Petugas juga menemukan dan menyita 20 liter miras tradisional jenis cap tikus yang siap edar.
Namun demikian, saat tim tiba di lokasi, pelaku yang diduga sebagai pemilik atau pengelola tempat penyulingan telah melarikan diri dan belum berhasil diamankan. Identitas pelaku kini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Kapolsek Gane Barat menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif untuk menekan peredaran miras ilegal di wilayah hukum mereka, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak memproduksi maupun mengedarkan minuman keras tradisional tanpa izin, karena dapat merusak ketertiban umum dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Kegiatan razia berakhir pada pukul 11.00 WIT. Selama pelaksanaan operasi, situasi terpantau aman dan lancar tanpa adanya hambatan berarti, serta mendapat dukungan dari masyarakat setempat yang menginginkan lingkungan yang lebih tertib dan kondusif.
Penulis : Abubakar, s













