Aliansi Masyarakat Manggarai Menggugat (ARAK-M) Akan Menggelar Demonstrasi Di Reok, Berikut Tuntutannya

Daerah
Dilihat 558

MANGGARAI, kompasnews.co.id-Sejumlah organisasi gerakan massa dan rakyat yang bergabung dalam Aliansi Masyarakat Manggarai Menggugat (ARAK-M) akan menggelar demonstrasi disejumlah instansi terkait keberadaan PT. WGP (Safari) di Batok, Desa Salama, Kec. Reok, Kab. Manggarai.

Aksi demonstrasi yang akan digelar dibeberapa instansi sepeti Kecamatan Reok, Polsek Reok dan PT.WGP, pada hari selasa, 03/09/2024 tersebut disinyalir merespon pihak PT. WGP yang masih melakukan aktivitas galian C pada hari Kamis, 29/08/2024 yang mana hal tersebut telah melanggar kesepakatan dengan masyarakat Batok-Nunang Desa Salama dan surat edaran Pemerintah Desa Salama yang menegaskan penghentian sementara galian C PT. WGP.

Melalui rilis tertulis kepada media ini selasa, 03/09/2024, Jendral Lapangan Aliansi Masyarakat Manggarai Menggugat (ARAK-M), Hanief Faqi menegaskan beberapa poin tuntutan sebagai berikut;

  1. Camat Reok harus bertanggung jawab atas intruksinya kepada PT. WGP untuk tetap melakukan galian C di Dusun Waenggorong, Desa Salama pada hari kamis 29 agustus 2024.
  2. Kapolsek Reok harus menjelaskan alasan pernyataannya melarang masyarakat tidak boleh melakukan protes atas kegiatan PT.WGP lakukan galian C dan jika ada akan di proses secara hukum oleh Kapolres Manggarai.
  3. Mendesak Camat Reok dan Kapolsek Reok untuk menghentikan seluruh kegiatan PT.WGP yang diduga tidak memiliki izin jelas dan telah mengganggu ketenangan masyarakat Batok, Nunang serta Lengkodoang di mulai hari ini.
  4. Meminta Kejaksaan Reok untuk mengusut dugaan pungutan liar (pungli) oleh pihak PT.WGP kepada masyarakat penggali pasir manual yang ada di sekitaran PT dengan menjual pasir hasil kerukan secara bebas.
  5. Meminta Pj. BUPATI Manggarai dan KAPOLRES Manggarai untuk mengevaluasi kinerja Camat Reok dan Kapolsek Reok karena diduga telah berpihak kepada perusahaan dan melakukan intimidasi masyarakat Batok dan Nunang.

“Jika semua tuntutan ini tidak diindahkan maka aliansi masyarakat manggarai menggugat (ARAK-M) akan terus melakukan aksi maraton berkelanjutan.” tegas Hanief, Aktivis Pergerakan Mahasiswa Manggarai tersebut.

Adapun organ yang bergabung dalam Aliansi Masyarakat Manggarai Menggugat (ARAK-M) adalah Pergerakan Mahasiswa Manggarai (PMM), Organisasi Pergerakan Mahasiswa (OPM), Komite Pejuang Kerakyatan (KPK), Gerakan Aktivis Muda Indonesia (GAMASI), Gerakan Mahasiswa Pemuda Rakyat (GEMPAR MATIM) dan Gerakan Revolusi Demokratik (GRD-MANGGARAI).

You might also like