Diduga, Dana PAD desa Empus, Kecamatan Bohorok Langkat Ludes, pihak Desa tidak Transparan.

Daerah
Dilihat 719

Kompasnews.co.id

Langkat Sumut.
Warga merasa heran dengan ketidak transparansi dari pihak jajaran kepala desa beserta perangkat desa lainnya.seakan tidak perduli dgn apa yg terjadi

Saat di kompirmasi oleh awak media, kepala desa empus ,Bapak Ramli melalui saluran telepon genggam , tidak pernah menjawab. Begitu juga sekdes desa empus , saat dihubungi bukan menjawab, malah saluran telepon di matikan.

Padahal, penemuan dan keterangan warga desa empus, sejak tahun 2019 sampai 2021, PAD desa diambil dan sampai sekarang kegunaan nya serta kemana arahnya, warga tidak mengetahui dengan jelas.

Sehingga dengan bersama sama ,warga mengambil suatu keputusan membuat surat pengaduan ke pihak terkait untuk mengusut keberadaan PAD desa tsb.

Dengan membubuhkan tanda tangan diatas surat yang bermaterai Rp 10.000. sebagai bukti warga merasa kecewa atas kinerja kades empus dan jajarannya.

Hal lain yang membuat warga empus kecewa, pembuatan saluran air ( parit ) di dusun Bungara kampong. Warga sudah pernah berdialog dengan pihak desa, mencari solusi tentang parit pembuangan air
Bila hujan rumah warga selalu kebanjiran,

Bahkan pihak kecamatan pun ikut mencari solusi bersama warga, kades empus ,sekdes BPD . Untuk menindak lanjuti keluhan warga prihal banjir setiap kali hujan turun menggenangi rumah warga, namun sampai saat ini semua ini tidak terealisasi.
Seolah tiada jawaban dari pihak Desa.

Saat salah satu anggota awak media mempertanyakan dana untuk pembangunan saluran parit pembuangan air,
Dengan nyata tertulis , dana untuk pembangunan arit tsb berjumlah Rp 15 jt, dana tersebut langsung diterima oleh kepala dusun Bungara kampung, yaitu
Bapak Ismail.
Begitu ucap sekdes desa empus. Yg juga ikut menandatangani
Keterangan ttg anggaran pembuatan parit
Atau leningan

Sampai saat ini yang menjadi pertanyaan warga, mengapa bangunan ini tidak berlanjut ,dan tidak selesai jg, kemana dana nya.
Inilah polemik yang terjadi ditengah tengah pemerintahan desa empus.

Sementara , menurut sumber yang bisa di percaya, Kadus dusun Bungara kampung bapak Ismail sudah di non aktif kan sebagai Kadus, mengapa sampai sekarang beliau masih aktif keluar masuk kantor desa, seolah olah tidak ada masalah.
Kepada pihak terkai, khusus nya pemerintahan kabupaten ,dan jajaran terkait lainnya, agar segera mengusut kasus yg terjadi di Desa Empus,
Kecamatan Bohorok ,Langkat .dengan serius

Andrian.

You might also like