Kompasnews.com. (22/04/2024). Ketua LSM LPPDM NTT, Marsel Nagus Ahang, S.H, meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai untuk menutup sementara Apotik Kimia Farma yang beroperasi dijalan Selamet Riadi, Ruteng-Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai.
Menurut aktivis LSM yang juga berprofesi Lawyer/pengacara tersebut sangat geram dengan penjualan obat di apotik tersebut.
“Contoh hasil perbandingan di Apotik Rajawali Ruteng harga obat amlodipin 5 miligram. Satu tablet tiga 3 ribu rupiah dan harga obat 10 miligram l, 4 ribu rupiah. Sementara di Apotik Kimia Farma Ruteng harga obat 5 miligram amlodipin sebesar 10 ribu rupiah sedangkan harga obat 10 miligram amlodipin 23 ribu rupiah”, ujar Marsel Ahang.
Disamping itu, Marsel Ahang meminta klarifikasi soal harga obat pada hari ini tanggal, 22/4/2024 di apotik Kimia Farma tersebut salah seorang karyawan marah-marah.
“Jangan cek harga obat di apotik kami. Mau harga mahal urusan kami karena apotik ini BUMN sehingga kami jual mahal obat tersebut.”, cerita Marsel Ahang mengulang ucapan oknum staf Apotek Kimia Farma.
Terpisah, Marsel Ahang langsung menelpon Kadis Kesehatan Kabupaten Manggarai. Menurut penuturan Ahang, Kadis Kesehatan Manggarai, drg. Bertolomeus Hermopan akan memanggil staf yang bekerja di apotik tersebut untuk diminta pertanggung jawaban soal harga obat yang sangat mahal tesebut.
Kasihan masyarakat yang ekonomi lemah dan miskin tidak bisa membeli obat di apotik Kimia Farma Ruteng yang sangat fantastis mahal harganya.
Sampai berita ini dinaikan belum mendapat konfirmasi dari pemilik Kimia Farma Ruteng.













