Insiden PM Andera Renggut Nyawa Balita, Ketua DPC GWI Halsel Desak Dishub Segera Operasikan KM Quenmeri

Daerah
Dilihat 90

Kompas news, co. id
Halmahera Selatan —

Kecelakaan laut kembali mengguncang wilayah Halmahera Selatan. Perahu motor (PM) Andera yang melayani jalur Piga–Raja mengalami kecelakaan di perairan Selat Bibinoi, Jumat sekitar pukul 14.45 WIT.

Insiden tragis tersebut mengakibatkan seorang bayi berusia lima tahun meninggal dunia, sementara sejumlah penumpang lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh personel Polairud Babang dan Basarnas Bacan ke Puskesmas Bibinoi.

Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi keselamatan transportasi laut di wilayah Gane Dalam dan Kepulauan Jouronga. Minimnya sarana angkutan laut yang layak dinilai menjadi faktor serius yang terus mengancam keselamatan masyarakat kepulauan.

Ketua DPC Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Halmahera Selatan, Abubakar, menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus menyampaikan duka cita atas meninggalnya korban balita dalam insiden tersebut.

” Saya sangat prihatin dan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Peristiwa ini seharusnya menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah agar tidak lagi mengabaikan keselamatan transportasi laut,” tegas Abubakar.

Menurutnya, insiden PM Andera bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan cerminan dari lemahnya perhatian terhadap standar keselamatan pelayaran. Hingga saat ini, masyarakat masih bergantung pada perahu motor tradisional yang tidak sepenuhnya memenuhi standar keselamatan, mulai dari kapasitas berlebih hingga minimnya alat keselamatan seperti jaket pelampung dan perlengkapan darurat.

Abubakar menegaskan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Halmahera Selatan tidak boleh menunggu jatuhnya korban berikutnya.

Ia mendesak agar Dishub segera menghadirkan kapal penumpang yang layak dan aman, salah satunya KM Quenmeri, untuk melayani trayek PigaRaja–Dowora–Gane Dalam hingga Kepulauan Jouronga secara rutin dan terjadwal.

” Jalur ini adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan pemerintahan. Sudah seharusnya negara hadir dengan transportasi laut yang manusiawi dan berstandar keselamatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abubakar juga meminta Dishub melakukan
evaluasi menyeluruh terhadap armada dan operator, memperketat pengawasan, memastikan kelengkapan alat keselamatan, serta meningkatkan sosialisasi keselamatan pelayaran kepada masyarakat dan pengelola transportasi laut.

Ia berharap rencana pengoperasian KM Quenmeri tidak berhenti sebatas wacana, tetapi segera direalisasikan melalui koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.

” Keselamatan nyawa manusia tidak boleh dikompromikan. Pemerintah daerah harus segera bertindak nyata agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” pungkasnya.

Sumber & Penulis : Abubakar sumaila spi
Ketua DPC GWI Halmahera Selatan

Editor : Redaksi

You might also like